Kopi darat Batagor Juli (Versi 0.1)

10 July 2008

Mudah-mudahan "ada apa dengan joyo" menjadi pertama yang membuat blog ttg kopi darat bulan juli ini (hehehe, mudah-mudahan mampu meningkatkan hit rate dan jumlah komentar masuk).

Saya mulai dengan "Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa", maka GARDU LANTU (Blogger Peduli Anak Yatim Piatu) resmi dimulai. Acara ini adalah bentuk kepedulian blogger kepada rakyat Indonesia.

Acara di IBCC (Istana Bandung Commercial Center Jl. A Yani No.296 Bandung 40271) ini dimulai pukul 13.00 WIB briefing sesama panitia dan blogger dulu. Segera setelah koordinasi, Wijoyo (sang komandan urusan adik-adik dari panti asuhan) angkat kaki dan mengarahkan kemudi bis ke 5 titik kota bandung tempat penjemputan adik-adik kita. Nah, begini rutenya:

  1. Pukul 14.00 ke Panti Asuhan Harapan Muhammadiyah, Jl. Nilem NO. 9 tlp. (022)7303530 (cp: Bu'Saman)
  2. Pukul 14.30 ke Panti Asuhan Yabmi, Jl. Pasir Muncang 37, Telp (022)2516155 (cp: Bu'Soleh)
  3. Pukul 15.00 ke Panti Asuhan Putra “Maranatha”, Jl. Dr. Cipto No. 7, Bandung telp 022 4230480 (cp: Bu'Meti)
  4. Pukul 15.30 ke Panti asuhan anak wisma putra, Jl. Ciumbuleuit 105, Bandung Telp.(022)2035977 (cp: Pa'Ace)
  5. Pukul 16.00 ke Panti Asuhan Putri “William Booth”, Jl. Jawa No. 18, Bandung 022 4205549 (cp: Kak'Helmi)

Ternyata cape juga yah menjemput adik-adik kita...tapi, semua lelah itu terbayar ketika melihat keceriaan mereka saat makan bersama, hehehe

Tunggu update berita dan foto-foto dari saya

KOPDAR BATAGOR JULI (rencana panti asuhan yang akan dihubungi)

05 July 2008


Untuk saat ini, daftar panti asuhan di kota bandung yang akan dihubungi untuk hajatan Batagor di Food Adventure di plaza IBCC Kamis, 10 Juli 2008 adalah sbb:

  1. Panti asuhan anak wisma putra, Jl. Ciumbuleuit 105, Bandung Telp.(022)2035977 (Konfirmasi 40 orang, hubungi Pak Ace, available sekitar jam 3)
  2. Panti asuhan bayi sehat, Jl.Purnawarman 25,Bandung, Telp.(022)4239882-(022)4261405
  3. Panti asuhan dana mulia, Jl. Pasteur 12, Bandung, Telp.(022)2031348 (Konfirmasi tidak bisa mengikuti karena anak-anaknya pulang)
  4. Panti Asuhan Harapan Muhammadiyah, Jl. Nilem NO. 9 tlp. (022)7303530 (Konfirmasi 40 orang, hubungi Ibu Saman)
  5. Panti Asuhan Muhammadiyah, Jl. Veteran 91 tlp 4210572
  6. Panti asuhan kuncup harapan, Jl. Garunggang Kulon 179/65 telp. (022)2037609
  7. Panti asuhan taman harapan muhammadiyah, Jl. Buahbatu, Bandung Telp (022)7320893 (alamat tidak lengkap)
  8. Panti Asuhan Putra “Maranatha”, Jl. Dr. Cipto No. 7, Bandung telp 022 4230480 (Konfirmasi 40 orang, hubungi Ibu Mety)
  9. Panti Asuhan Yabmi, Jl. Pasir Muncang 37, Telp (022)2516155 (Konfirmasi 20 orang, hubungi Ibu Soleh)
  10. Panti Asuhan Putri “William Booth”, Jl. Jawa No. 18, Bandung 022 4205549, (Konfirmasi 40 orang, hubungi Ibu Baginda)
  11. Panti Asuhan Nurul Falah di Kp. Ciwaru RT 01/RW 16 Desa/Kec. Soreang (nomor kontak belum diketahui)
  12. Panti Asuhan Sosial Bhakti Pertiwi di Jln. Laswi, Manggahang, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung (nomor kontak belum diketahui)
  13. Panti Asuhan Peduli Kasih, (alamat & nomor kontak belum diketahui)
Sumber: Buku Petunjuk Telepon 2005-2006, sumber bebas di internet, dan masih terus diupdate. Selebihnya tidak mengangkat telepon, namun tetap akan dihubungi.

Apabila teman-teman memiliki data-data "lengkap" panti asuhan yang ada di kota bandung, silahkan beri komentar di postingan ini, saya akan sangat menghargainya dan akan segera menghubungi panti asuhan tersebut.

Untuk panti asuhan yang telah saya hubungi dan menyatakan kesediaan, koordinasi akan saya serahkan kepada teman-teman yang saya angkat sebagai PJ (penanggung jawab) panti asuhan. Proses kerja selanjutnya akan saya kabarkan lagi.

Karena target kita adalah 500 orang anak yatim piatu, saya tetap mengharapkan bantuan teman-teman blogger untuk menyukseskan acara kita ini.
Dari Batagor, Oleh Batagor, Untuk Batagor dan Masyarakat

Silahkan baca juga:
Mba Shasya
Aky Herry
Wijoyo Simanjuntak
Andi Rahmat
Opie
Kuncoro

KOPDAR BATAGOR JULI (B3 = Butuh Bantuan Batagoris)


Pengumuman

Bahwasanya telah terjadi rapat dadakan yang dilakukan di Food Adventure di IBCC, oleh beberapa orang batagoris (Wijoyo, Opie, Ali, Aky Herry, Mba Shasya, Jaka, dll -- rada lupa) pada Sabtu 5 Juli 2008. Dari rapat tersebut, direncanakan akan membuat Kopi Darat Batagor lagi dalam scope kerja yang sangat luas yaitu membawa lebih dari 500 orang anak yatim piatu dari panti asuhan untuk berbagi kasih di Food Adventure IBCC yang akan diadakan (dalam rencana) Kamis ini, 10 Juli 2008. Untuk itu telah mengajukan diri secara sukarela beberapa orang utk menangani hal-hal sbb:

Itu semua nama-nama koordinatornya kalau tidak salah.

Nah, mengingat persiapan acara ini tinggal 3 hari kerja, saya sebagai koordinator Anak Yatim Piatu akan menghubungi dan mengundang anak-anak di panti asuhan yang ada di sekitar bandung. Untuk koordinasi ke semua panti asuhan, saya butuh banyak tenaga sebagai penanggung jawab (PJ) panti asuhan yang memberi sinyal positif. Untuk keterangan proses kerjanya, nanti saya posting lagi.

Saya sangat membutuhkan bantuan teman-teman semua. Marilah kita bahu-membahu dalam menyukseskan kegiatan amal ini. Teman-teman yang mau membantu, silahkan comment Y!M id atau GTalk id anda di postingan ini. Atau langsung aja kirim nomer hp teman-teman melalui Y!M saya (wijooyoo) atau GTalk saya (wijooyoo).

Saya sangat berterima kasih atas bantuan teman-teman semuanya. Semoga acara ini dapat berjalan lancar dan batagor dapat menjadi bagian yang sangat dekat dengan masyarakat.
Dari Batagor Oleh Batagor Untuk Batagor dan Masyarakat

Silahkan baca juga:
Mba Shasya
Aky Herry
Wijoyo Simanjuntak
Andi Rahmat
Opie
Kuncoro

A little funny story from Shelly

04 July 2008

July 3rd, it's my second day having lunch together with Shelly. Her office is located near by my campuss, about 10 minutes walking. We made an apointment to meet at a garden around the central library and then go to a food court area at Gelap Nyawang St. I'm obviously happy seeing her again.

It was just a momment to get that place and we chose "Black Romantic Cafe" --one of my favourite cafe close to ITB-- The servant came and brought a list of uniquely-named fantastic menu. We order "Ayam Rica-rica" (Makassar traditional food, be made of hot fried chicken with some chilly sauce and many different spices), "Nasi goreng sosis" (Indonesian fried rice with some slices of sausage and a fried egg as the topping), "Es biji ma'ron" (passion fruit punch with some basil seeds and nata d'coco) and last but not least "Banana split" (three different sensations ice cream with banana and chocolate)

We started to talk about her job and her daily activities and more other general topics until she told me about her one and only younger brother. This part will be written in Bahasa Indonesia to get the straight main idea.

Suatu hari adik shelly pulang dengan beberapa luka setelah bermain layangan. Ayahnya melihatnya dan menjadi marah, katanya "Apa yang kamu lakukan" sambil melihat lukanya. Lalu kembali marah, "Kalau begini terus, kamu mau jadi apa?".
Dengan polos sambil menangis terisak-isak adiknya menjawab, "Jadi dokter"
Lalu ayahnya menyuruh anaknya pergi mandi, sedangkan dia sendiri ke dapur dan tertawa.

As we know, it was a retorical question with no need to be answered. Lot of laugh,...yeah, he was a little frightened boy, may be at his age, he still don't know what his father meant.

Get the funny?

I hope so...

Twilight

03 July 2008

Apa yang langsung teringat ketika kita mendengar kata Twilight??

Twilight --- Bagus ya namanya. Sesuai dengan kata yang ada di dalamnya. Light artinya sinar.

Lalu apakah perbedaan Twilight dengan sinar yang lainnya, sehingga bisa mempunyai nama tersendiri??

Twilight adalah suatu fenomena optik meteorologi. Twilight itu sendiri muncul karena adanya pemencaran cahaya oleh partikel di atmosfer. Kesimpulannya adalah twilight itu sinar yang tampak sesaat sebelum matahari terbit di ufuk timur dan sesaat sebelum matahari tenggelam di ufuk barat, menimbulkan warna tertentu di sekitar batas horizon, biasanya merah jingga.

Hmm... Cahaya yang terpancar bahkan sebelum sumbernya ada. Untuk apa?? Untuk membantu manusia untuk mempersiapkan diri. Sehingga pada saat matahari sudah benar2 di atas, manusia sudah siap menjalani harinya dan melaksanakan tugas-tugasnya. Kalau begitu sudah berapa pagi yang kita gunakan untuk melihat twilight?? Atau kita malah mengeluh malas di tempat tidur karena pagi telah datang??

Cahaya yang masih terpancar bahkan setelah sumbernya sudah menghilang di balik cakrawala. Untuk apa?? Untuk memperingatkan manusia bahwa hari menjelang malam agar segera menyelesaikan tugas-tugasnya dengan bantuan sinar terakhir. Kalau begitu sudah berapa senja yang kita gunakan untuk melihat twilight?? Atau kita masih saja terkonsentrasi dengan pekerjaan kita??

Seringkali kita hanya berpusat dan mementingkan diri sendiri. Gunakanlah waktu sebaik mungkin sehingga kita bisa bersyukur karena sempat melihat keindahan alam kita. Salah satunya adalah Twilight. Cahaya yang bekerja bahkan lebih lama daripada sumbernya. Memancarkan sinar pucatnya pada pagi hari karena belum banyak mendapatkan energi. Dan tetap memancarkan sinarnya pada senja walaupun cahayanya mulai memudar dan menghilang.

Apa yang diberikannya semata-mata hanyalah untuk manusia. Selanjutnya hiduplah seperti twilight, yang dari lahir sampai hari tuanya dia selalu memberikan apa yang ada. Dan tidak pernah bosan untuk lahir lagi di keesokkan hari.

Walaupun aku yakin bahwa dia tau banyak manusia yang tidak menyadari arti dirinya.

Wondering my skill

02 July 2008

Somehow I thought that we need to be familiar with English so that from now and so on I will write some of my life story in English. Hopefully, by practicing every momment I have, my skill is being upgraded day by day.

Well...about three months ago, I applied a scholarship from IIEF (The Indonesian International Education Foundation), named IELSP-Indonesia English Language Study Program. It was the 4th batch when I was applying. Some of the requirements are transcription, photograph, curriculum vitae, and letter of recommendation.

Let's give some more focus on letter of recommendation. There are three lecturers I've asked for it, Mr Sukrisno Mardiyanto (head of informatics department), Mrs Christine Suryadi (my study adviser) and Mr Munawar Ahmad (one of my lecturers). They are the top three lecturers that close to me.

Mr Sukrisno is a very-very-busy man that he let Mr Rasidi make it from some others well-done recommendation letter. I only could ask for his signature to make it complete and legal. Mrs Christine Suryadi is very kind. She want to make a clear recommendation letter, which is show my experiences, skills, and the nature of myself. But unfortunately, she need more time to prepare it...hmm, at that time I only have one day left, hikss....At the end, I couldn't get it from her. The last lecturer, Mr Munawar Ahmad, well encourage me to get the scholarship, but he told me to write the letter by myself first then ask him to sign it.

Aargh...I've never write such kind of that letter before, and surely in English. No idea, no experience, no spirit, that made me spend five hours to create one. I hate myself for my writing disability. Here it is:

To Whom it May Concern:

It is my pleasure to write this letter of recommendation for Wijoyo Batara Frans Simanjuntak. I have now know and taught Wijoyo for four years at Bandung Institute of Technology . I first met him in our Introduction to Information Technology class four years ago, in semester I-2004/2005. At Bandung Institute of Technology we have very specific requirements of all of our students. One of these is collaboration. Wijoyo was able to work well with his peers on projects and in preparation for presentations, and always scored quite highly on his collaboration evaluations.

Most recently, I have had Wijoyo in my Social and Professional Issues in Information Technology class. It is here that I have really seen the potential that lies within Wijoyo. I've always enjoyed his summaries, written in reflection to the many presentations we have seen in our class. Wijoyo has always seriously listened to all guests standing in front of the class.

Wijoyo is bright, energetic, mature, responsible, confident, inquisitive and open-minded. He has actively participated in a diverse assortment of extracurricular activities.

It is my understanding that Wijoyo wishes to pursue a career as an information system auditor, as I've read about in his portfolio. I feel, at a time when so many students are striving to find what they wish to do, it is refreshing to find someone so focused and ready to continue on his career path. And to make it real, he need to improve his ability in English from good to great.

It was a real honor to witness Wijoyo’s development here at the university and it has been a joy to watch his growth since then. I cannot imagine a better recipient of this language program. I enthusiastically recommend him to you.

Bandung, March 31, 2008
Yours Sincerely,

Dr.Ir. Munawar Ahmad ZA
Member of Study Program Informatics Engineering
Bandung Institute of Technology (ITB)
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Indonesia
E-mail : munawar@informatika.org

In fact, I was invited to be interviewed, but after a complete month waiting for the final decision, there is none of my name listed on the announcement. Sharing story with my friend, I concluded that
  • First, my English is very bad. I need to improve it as soon as possible
  • Second, I have to analyze what they need. At that time, the organization need people that could call Islam as a fraternizing religion upon countries in America and Europe
  • Third, I need more than just luck.

I've learned from my experience and I hope I wouldn't miss it again.
Wish me luck.

Bebersih Bandung (sebuah kegiatan sosial dari komunitas blogger bandung)

01 July 2008

Pengantar

Tidak benar kalau blogger-blogger itu hanya orang-orang iseng, tukang nyebarin virus dan spam, atau kumpulan orang-orang yang bersifat merusak (cracker) seperti yang dituduhkan RM Roy Suryo (RM bukan 'rumah makan'--penulis).

Blogger itu bisa sangat berkarya, bukan hanya memberikan opini lewat tulisan-tulisannya. Bahkan komunitas blogger mampu menggerakkan massa untuk melakukan kegiatan yang sangat berguna. Buktinya: 29 Juni 2008 yang lalu, kami MAU dan BISA melakukan kegiatan sosial seperti membersihkan jalanan di kota Bandung. Batagor (Bandung Kota Blogger-sebuah komunitas blogger kota bandung) memberi contoh kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan melalui perbuatan kami mengumpulkan sampah yang bertebaran di jalan raya.

Bayangkan apa yang kami temukan! Ada banyak sampah B3 (bahan beracun dan berbahaya) yang ditemukan, selain sampah-sampah umumnya. Contoh sederhananya: batu baterai (kebanyakan batu baterai mengandung merkuri). Belum lagi terhitung jumlahnya plastik-plastik dan sedotan yang tersebar di jalanan yang kami lalui. Sebuah plastik baru bisa terurai oleh bakteri setelah 1000 tahun proses pelapukan, ini dia yang bisa merusak ekosistem bahkan menghambat peresapan air ke dalam tanah.

Saya sendiri (bukan karena adanya acara ini) sudah menyadari pentingnya kebersihan lingkungan sejak SD. Saat itu sudah mulai diajarkan bahwa kami harus memungut sampah yang terlihat, juga memisahkan antara sampah organik (sisa makanan dan dedaunan) dengan non organik (plastik, kertas, logam, dll). Saya sangat mengingat hal tersebut, sampai-sampai sekarang pun ketika di tangan saya ada bungkus permen atau plastik roti, secara otomatis mengantonginya sampai menemukan tempat sampah yang benar.

Untuk ke depannya, mudah-mudahan komunitas blogger bandung bisa memberikan karya nyata lainnya sebagai bentuk kepedulian sosial dan lingkungan, karena kita adalah bagian dari masyarakat.

Kronologi
8.00 : direncanakan acara "bebersih bandung deui euy" akan dimulai dengan kumpul di depan St*rb*cks BIP (disensor soalnya bukan sponsor).
9.00 : mulailah acara perkenalan, pembagian kaos n handstool; di tempat lain di sebuah kantor telkom flexy, anak-anak PVJ flexter baru mulai berkumpul
10.00 : anak-anak PVJ flexter berkumpul dan mulai bergerak membersihkan jalanan (sekitaran merdeka juga siy); beberapa paparazzi melakukan sesi pemotretan tanpa diketahui...
11.00 : mengumpulkan sampah yang ditemukan di taman balai kota, sesi games; game nya adalah membisikkan sebuah kalimat panjang, klo ga salah bunyinya

"Batagor adalah bandung kota blogger bukan makanan yang dibeli seporsi dengan harga 5000 rupiah di republik kuliner jalan purnawarman ya iyalah masa ya iya donk"
12.00 : sesi pemotretan, sesi bagi-bagi hadiah, sesi makan siang (karena makan siangnya telat datengnya, jadi makan siangnya dibagi ke dalam 2 kloter)
13.30 : bergerak ke IBCC utk acara makan sepuasnya di "food adventure"
16.00 : bergerak kembali ke BIP

Keuntungan
  • Secara otomatis mendukung terciptanya kota bandung yang bersih dan sehat, kan kita-kita juga yang tinggal di kota bandung....hehehe
  • Olah raga pagi lah, menikmati matahari, jalan sehat, menggerakkan otot dan sendi
  • Kaos gratis hasil kreasi "studio kaos"
  • Kenalan dengan teman-teman baru (beberapa orang baru yang paling kuingat: Shelly "yang manis", Andi Rahmat dan Bagus Rully "teman sejawat", Aky Herry "pak tua bijaksana", dan Uci Autis "namanya agak aneh"). Itu orang-orang "yang baru kukenal" yang paling lekat di ingatanku, sebenarnya masih banyak lainnya lho
  • Makanan gratis, mulai makan siang sampai makan sepuasnya di food adventure di IBCC
  • Nampang di koran gratis, hehehe di Pikiran Rakyat terbitan 30 juni halaman 17 ada fotoku lho, hehehe
  • Mudah-mudahan ada banyak orang yang ikutan merasa peduli dengan lingkungan juga, amien

Special Thanks
  1. Batagor (bandung kota blogger) sebuah komunitas blogger sebandung raya, termasuk semua teman-teman blogger yang ikut serta dalam acara ini
  2. Inisiator acara kita, Aky Herry
  3. Semua sponsor: warung urang bandung, republik kuliner, qwords.com, kon shinigami advertising, studio kaos, cahaya keramik, for day
  4. Flexter Paris Van Java
  5. IBCC (mba Shasya dan mba Mina)
  6. Media peliput Pikiran Rakyat, Kompas, dll
  7. Semua pihak terkait lainnya (tukang es, tukang bakso, pohon-pohon rindang, orang-orang pacaran) ==> semuanya menambah romantisnya acara istirahat

Kita tunggu kegiatan bakti blogger bagi bangsa lainnya

Demi Tuhan, Bangsa dan Almamater, Merdeka!

Perjuangan Melawan Ganasnya Kanker Darah

24 June 2008

Sebuah kisah mengenang almarhum Kristanti, kakakku tercinta yang melawan ganasnya kanker darah.

Dia
Dibalik gaun putih bersinarnya
Ada tubuh yang tak berdaya melawan sakit
Juga inspirasi untuk tetap bertahan

Penggalan sejarah itu diawali tanggal 13 Juni 1998. Kebahagiaan di saat semua anak sekolah menerima laporan hasil belajar. Ya, kami berlima (Kristanta, Kristanti, aku, Theresia dan Agustina) menerima hasil yang sangat memuaskan. Memang hanya aku yang tidak juara 1, hahaha tapi itu bukan masalah. Kuhitung-hitung berapa uang yang akan kuterima, horeee! 50 ribu rupiah akan mengalir ke tabunganku karena 8 buah angka 8 (8x5rb) dan sebuah angka 9 (1x10rb), memang jauh dari yang diterima kedua kakak kembarku, tapi uang 50 ribu sudah sangat besar untuk ukuran anak SD kelas 6. Malam itu ditutup dengan makan malam keluarga. Yupe, makan di restoran "3M" di jalan HM Joni lalu pulang dan tidur.

Aku terbangun jam 4 pagi, kudengar suara berisik Papa dan Mamaku. Kutahu mereka sedang mencemaskan K' Tanti (begitu kusebut namanya) yang demam tinggi dan bengkak-bengkak. Papa menyuruhku membuka garasi dan gerbang, dan dengan tangkas kulakukan. 15 menit setelah kuterbangun tadi, Papa, Mama dan K'Tanti telah meluncur dengan sedan "Timor S515" B 2550 YE ke arah rumah dokter Simanjuntak di jalan HM Joni (tepat di sebelah rumah temanku Martinus). Sayang, dokter itu tidak mau bangun dan menerima kakakku.

Dengan langkah seribu, Papaku segera mengarahkan kemudi ke RS Pirngadi Medan untuk memperoleh penanganan. Ya, itu rumah sakit pemerintah. Segera masuk ruangan penanganan darurat, namun segera ditransfer ke ruang rawat inap. Tes darah dilakukan, dokter umum pun mengambil kesimpulan "Demam berdarah", suatu kesalahan diagnosa yang bisa saja membawa maut. Kubaca hasil tes darah yang tak kumengerti itu, terlintas di pikiranku, "kanker darah", namun tak kukatakan, karena aku tak yakin bahwa aku memiliki kemampuan dalam membaca penyakit seseorang.

Tidak percaya dengan kata dokter umum, hasil laboratorium dibawa ke Dr. Gerhard Panjaitan, SpBOnk (kakek dari mamaku) untuk diminta opini kedokteran. Kesimpulan sementara, "kanker darah", namun dia tidak percaya dan menyarankan meminta opini kedokteran kepada teman sejawatnya, Dr. Gino Tan, Phd, SpPK (seorang ahli darah, yang kata beliau terbaik kedua di Singapura). Hanya dalam hitungan jam, ditarik diagnosa, "kanker darah stadium 2, tipe ALL/Acute Lymphoblastic Leukemia".

Hasil diagnosa itu dirahasiakan kepadaku. Papa dan Mama hanya memberitahu K'Tanta, saudara kembarnya. Tapi aku bisa merasakan ada yang ganjil, ketika Papa dan Mama berdoa sambil menangis di kamarnya. Keyakinanku tetap, kutanya kepada K'Tanta dan dia pun mengiyakan. Aku berdoa agar Tuhan membukakan jalan keluar atas permasalahan ini, keyakinan seorang anak kecil yang baru berumur 11 tahun.
Senyumnya begitu manis
Seakan tak ada ketakutan membelitnya
Ratusan bahkan ribuan tusukan jarum
Mungkin akan menghujam kulitnya

Sebagai seorang pasien yang memiliki hak mengetahui hasil diagnosa, dia bertahan dan tetap tegar, bahkan di depanku dia mengatakan, "Mama, Papa jangan menangis". Pembicaraan medis dilanjutkan antara Papa, Mama dan dokter dari RSPM. Namun segera setelah berbicara, K'Tanti dipindahkan ke RSU. Herna (tempat kerja dr. Gino Tan). Kenapa begitu? Karena RSPM dan dokter-dokternya hanya ingin menggunakan kakakku sebagai "kelinci percobaan" dengan obat-obatan eksperimen. Lucu yah?

Perawatan segera dimulai, dia diposisikan di Ruangan Nuri II (tempat orang-orang dengan penyakit yang berhubungan dengan darah). Dokter mengatakan akan memberikan suntikan chemotherapy yang nantinya akan memuat rambutnya berguguran atau bahkan bisa membuat komplikasi dengan organ tubuh lainnya. Kami menaruh keyakinan atas usaha dr. Gino, itu pun dengan harapan hidup 70%, sebuah harapan yang sangat tinggi menurut kami. Tak perduli berapa mahal obat-obatan tersebut, Papa dan Mama akan selalu menyediakan yang terbaik buatnya. Satu bulan pertama adalah masa terberat, dimana pengobatan intensif dilakukan, waktu penjagaan yang 24 jam serta kontinu, pengeluaran yang sangat besar, sampai 5 juta rupiah perhari. Terpikir untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang dengan donor K'Tanta, kembarannya, namun itu terlalu beresiko.

Langkah chemotherapy mulai dilakukan. Zat kimia yang sangat reaktif itu sangat panas ketika bereaksi dengan sel-sel yang ada di dalam tubuh. Tak jarang dia mengatakan bahwa seluruh tubuhnya sangat panas, namun dia tak terkejut ketika rambutnya yang panjang berguguran serentak. Seluruh nilai dalam tes darah menurun sesuai dengan yang direncanakan dokter. Bayangkan ada seseorang yang masih mampu hidup dengan kadar haemoglobin 2,8 dan trombosit 14 ribu, serta nilai komponen-komponen darah lain yang tidak kutahu maknanya.
Darah itu begitu kental
Di dalam diriku dan dirinya
Mengalir darah yang sama

Sebelum ronde kedua dimulai, dokter mengisi kekuatannya lagi. Empat ampul darah dan dua belas ampul trombosit diperoleh dari PMI dengan harga yang sangat mahal, dimana PMI memperolehnya secara cuma-cuma dari sejumlah dermawan darah. Itu adalah saat dimana darah menjadi kebutuhan primer dan penentu keberlangsungan hidup seseorang.

Fungsi ekskresi dan sekresi terganggu akibat obat-obatan yang masuk ke tubuhnya. Bahkan pankreas dan ginjalnya sempat malfungsi, namun kekuatan bertambah dengan berlalunya hari. Masih kuingat, kala itu dia cuma makan 3 sendok nasi setelah puasa 8 jam, namun kadar gula darahnya langsung melonjak ke 630 yang membuatnya sangat lemas, bahkan hampir pingsan.

Liburan itu kuisi dengan menjaga kakakku tercinta. Memberinya makan, mengelap keringatnya, menyisir rambutnya yang hampir habis, bercanda bersamanya, membantunya berjalan ke kamar kecil, memeluk dan mencium keningnya menjadi keseharianku di kala siang. Kadang aku digantikan oleh K'Tanta, dan di kala malam, Papa dan Mamaku secara bergantian menjaganya. Tak ada yang memasak di rumah, semua makanan dibuatkan oleh nenek dan tanteku, rumah pun sepi.
Hidup akan terus berlanjut
Siang berganti malam
Hari berganti hari

Liburan usai, dan sendirian aku mendaftar ke SLTP N 3 Medan. Murah di sisi biaya dan dekat dari rumah. Tak lama berselang, K' Tanti boleh dirawat jalan. Ya, sudah dua bulan dia tidak pulang ke rumah. Kamarku, sebuah kamar berukuran 5x6 m dengan kamar mandi dalam, kuberikan untuknya. Segera kamar itu dibersihkan dan disterilisasi agar sesuai dengan kriteria tempat perawatannya. Makanannya diatur atas saran dokter dan seorang perawat profesional pun kami pekerjakan untuk mengawasinya.

Tak hanya melalui suntikan di pembuluh darah, setiap berulang dua minggu, sebuah jarum tebal berukuran sekitar 15 cm pasti akan menghujam ke tubuhnya. Jarum itu ditusukkan melalui sela-sela tulang belakang, diposisikan ke arah sumsum tulang belakang. Tak jarang proses itu harus diulang karena tidak menembus celah yang seharusnya. Bayangkan betapa sakitnya kala itu? Mungkin aku sebagai laki-laki tak akan mampu menghadapinya.

Dengan kondisi dan penyakit yang dideritanya, dia tidak memiliki waktu untuk sekolah. Namun dia menyempatkan diri untuk mengikuti Ebtanas kelas 3 SMP, dan menjadi seorang lulusan SLTP Santa Maria dengan NEM yang sangat tinggi. Dia juga mampu lulus masuk SMA Negeri 1 Medan (salah satu SMA favourit di kota Medan) dengan NEM yang dimilikinya, walaupun hanya sempat belajar sesaat di kelas 1.

Maju mundurnya perawatan terjadi sepengetahuan dan pengawasan dokter. Pernah terjadi, virus (aku lupa namanya) menyerangnya dan membuat bibir lidah dan rongga mulutnya luka-luka, namun dengan tangkas dr. Gino mampu mengobatinya. Kemajuan semakin terlihat dan harapan hidup semakin tinggi. Ada banyak mantan penyakit leukemia membagi cerita, dan ada banyak orang yang mendengar kesaksian suksesnya pengobatan ini dari Mama dan Papaku. Dengan hasil seperti ini, keyakinan bertambah, dan kami pun ke studio foto untuk foto keluarga di pertengahan tahun 2000.

Foto keluarga tahun 2000, 2 tahun sejak diagnosa
atas: Theresia, Papa, Mama, Wijoyo;
bawah: K'Tanta, K'Tanti, Agustina;


Cerita sukses itu berjalan sampai Oktober 2000 dimana obat yang biasa kami pesan datang terlambat. Bahkan sangat terlambat. Lebih dari satu bulan kami menunggu obat yang dibutuhkan. Terdengar isu bahwa hal ini terjadi karena hubungan yang sedang tidak baik antara Indonesia dan Amerika Serikat, sehingga produk-produk yang diimpor dari negara tersebut tertahan. Kalaulah berita ini benar, sangatlah ironis.

Sebulan kemudian, kondisinya menurun. Panik melanda, Papa dan Mamaku pun membawanya ke rumah sakit yang berada di dekat rumah, yaitu RS Estomihi yang berada di Jl. Sisingamangaraja XI. Sekali lagi, dokter di rumah sakit itu melakukan kesalahan penanganan. Dia "memaksa" untuk prosedur transfusi darah, langkah yang sangat disesali oleh dr. Gino. Segera setelah itu, Papaku memindahkannya kembali ke RSU Herna.

Bagai teriris sembilu dan disiram cuka, dr. Gino menyatakan bahwa penyakitnya kembali, bahkan lebih ganas karena juga telah menyerang sumsum tulang belakang. Vonis pun dijatuhkan, umur K'Tanti tidak lebih dari 3 bulan. Langkah-langkah yang dilakukan dokter selama ini seperti tidak berguna sama sekali. Sekuat tenaga dikerahkan dokter untuk mengembalikan kondisinya, namun harapan itu sangat kecil.

Sampai di hari ketika dokter mengatakan saatnya berada di dunia kurang dari seminggu lagi, Mama segera memanggil Pdt. T. Siburian untuk melakukan sakramen sebelum dia meninggal. Gaun putih pun dipesan dari penjahit langganan kami. Berita buruk dikabarkan ke seluruh keluarga untuk bersiap-siap menerima kepergian kakakku tercinta.
Malaikat meniupkan suara-suara
Mendampingi jiwa yang akan berlalu
Kematian itu berjalan begitu hening

Hari itu, Sabtu 3 Febuari 2001 pukul 14.00, saat dimana aku tiba di rumah sakit sebagai tempat singgah sebelum berangkat ke tempat bimbingan belajar. Saat itu dia ketakutan ketika melihat beberapa malaikat berpakaian putih di sebuah lukisan, padahal itu hanya lukisan bunga tulip. Pukul 15.30, sengaja aku terlambat pergi ke tempat bimbingan belajar. Di pintu, kumendengar K'Tanti berkata, "Yesus, Yesus, Yesus." Sebuah panggilan yang akhirnya kusadari menjadi kata-kata terakhir dari mulutnya. Nafasnya semakin lambat, suasana hening menjadi haru, kepanikan melanda dokter dan perawat. Pukul 16.15 dia dinyatakan dokter telah kembali ke pangkuan Bapa di Surga.
Dia masih 17 tahun
Ketika jantung berhenti berdetak
Darah pun mulai menggumpal
Dan hembusan nafas tak ada lagi
Dia dingin
Dia kaku
Seakan keabadian telah menjadi bagian dari dirinya
Dibalik wajahnya yang membiru
Ada senyum kekuatan
Tegar

Pukul 16.30 seusai les, aku berjalan pulang bareng Ronald. Sengaja kuputar jalanku melalui belakang rumah sakit, tepatnya melalui ruang jenazah, tapi yang kutemukan hanyalah gerbang yang terkunci. Berjalan lagi ke depan, dari kejauhan kulihat mamaku dan kakekku berjalan setengah berlari. Kusadari bahwa K'Tanti telah tiada, maka kukejar mereka dengan berlari cepat. Air mata jatuh dari mata mereka, perasaan sedih menyelimuti. Tidak lagi berjalan ke ruang perawatan, kami langsung menuju ruang jenazah.

Kulihat wajah yang sangat kukenal terbaring dengan kedua jempol kaki terikat tali berwarna putih. Segera tubuhnya dimasukkan ke ambulans dan aku pun menemaninya selama perjalanan. Iringan tidak banyak, hanya sebuah mobil dan beberapa sepeda motor menemani ke persinggahan terakhirnya, rumah kami. Rumah itu sudah mulai penuh dengan tamu yang melayat dan kesedihan tumpah di setiap pasang mata yang ada di sana.
Sejenak kutertidur
Bayangnya datang temani mimpi
Tersadar kubertanya,
Dimana kakak?
Dia di sana, terbaring kaku

Malam itu aku sangat lelah, kutertidur sejenak sekitar 30 menit. Ketika bangun kuterkejut dan tidak percaya adanya kematian. Setengah sadar atau mengigau, kubertanya, "Dimana kakak?". Aku melangkah ke ruang tamu dan kulihat dia telah terbaring kaku. Dia dikelilingi seluruh keluarga dekat.
Tak ada kehangatan di sana
Hanya tetesan air mata di pipi orang-orang yang dikenal

Sabtu berlalu, Minggu pun menyapa. Kebaktian yang biasanya dilakukan di Gereja, hari itu dipindahkan ke rumah kami. Sekitar 1500 orang keluarga dan relasi silih berganti datang dan mengisi ruang utama rumah. Kata-kata penghiburan mengalir dari banyak orang seakan-akan mereka juga turut merasakan kesedihan yang kami alami. Sampai di saat acara perpisahan terakhir di pekuburan Kristen Gajah Mada II aku belum pernah menangis. Kesedihan itu kupendam dalam hati, sendirian.

Hanya membersihkan pusaranya dan menyiangi rerumputan yang bisa kulakukan sejak itu, terutama ketika aku berada kembali di kota Medan. Namun, kenangan dan kebahagiaan tentang dirinya selalu melekat di dalam benakku. Kekuatannya menjadi salah satu sumber inspirasi bagiku.
Dan ketika dirinya berlalu
Sebagian dari jiwaku pun turut lepas

Terima kasih kuucapkan kepada:
  • Tuhan Yesus Kristus yang memberikan hidup kekal di Surga
  • Dr. Gino Tan, Phd, SpPK
  • Dr. Gerhard Panjaitan, SpBOnk
  • Pdt. T. Siburian STh
  • RSU Herna Medan
  • Para perawat di RSU Herna
  • Dr. Robert Tan
  • Seluruh keluarga
  • Seluruh relasi keluarga