Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

Wondering my skill

02 July 2008

Somehow I thought that we need to be familiar with English so that from now and so on I will write some of my life story in English. Hopefully, by practicing every momment I have, my skill is being upgraded day by day.

Well...about three months ago, I applied a scholarship from IIEF (The Indonesian International Education Foundation), named IELSP-Indonesia English Language Study Program. It was the 4th batch when I was applying. Some of the requirements are transcription, photograph, curriculum vitae, and letter of recommendation.

Let's give some more focus on letter of recommendation. There are three lecturers I've asked for it, Mr Sukrisno Mardiyanto (head of informatics department), Mrs Christine Suryadi (my study adviser) and Mr Munawar Ahmad (one of my lecturers). They are the top three lecturers that close to me.

Mr Sukrisno is a very-very-busy man that he let Mr Rasidi make it from some others well-done recommendation letter. I only could ask for his signature to make it complete and legal. Mrs Christine Suryadi is very kind. She want to make a clear recommendation letter, which is show my experiences, skills, and the nature of myself. But unfortunately, she need more time to prepare it...hmm, at that time I only have one day left, hikss....At the end, I couldn't get it from her. The last lecturer, Mr Munawar Ahmad, well encourage me to get the scholarship, but he told me to write the letter by myself first then ask him to sign it.

Aargh...I've never write such kind of that letter before, and surely in English. No idea, no experience, no spirit, that made me spend five hours to create one. I hate myself for my writing disability. Here it is:

To Whom it May Concern:

It is my pleasure to write this letter of recommendation for Wijoyo Batara Frans Simanjuntak. I have now know and taught Wijoyo for four years at Bandung Institute of Technology . I first met him in our Introduction to Information Technology class four years ago, in semester I-2004/2005. At Bandung Institute of Technology we have very specific requirements of all of our students. One of these is collaboration. Wijoyo was able to work well with his peers on projects and in preparation for presentations, and always scored quite highly on his collaboration evaluations.

Most recently, I have had Wijoyo in my Social and Professional Issues in Information Technology class. It is here that I have really seen the potential that lies within Wijoyo. I've always enjoyed his summaries, written in reflection to the many presentations we have seen in our class. Wijoyo has always seriously listened to all guests standing in front of the class.

Wijoyo is bright, energetic, mature, responsible, confident, inquisitive and open-minded. He has actively participated in a diverse assortment of extracurricular activities.

It is my understanding that Wijoyo wishes to pursue a career as an information system auditor, as I've read about in his portfolio. I feel, at a time when so many students are striving to find what they wish to do, it is refreshing to find someone so focused and ready to continue on his career path. And to make it real, he need to improve his ability in English from good to great.

It was a real honor to witness Wijoyo’s development here at the university and it has been a joy to watch his growth since then. I cannot imagine a better recipient of this language program. I enthusiastically recommend him to you.

Bandung, March 31, 2008
Yours Sincerely,

Dr.Ir. Munawar Ahmad ZA
Member of Study Program Informatics Engineering
Bandung Institute of Technology (ITB)
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Indonesia
E-mail : munawar@informatika.org

In fact, I was invited to be interviewed, but after a complete month waiting for the final decision, there is none of my name listed on the announcement. Sharing story with my friend, I concluded that
  • First, my English is very bad. I need to improve it as soon as possible
  • Second, I have to analyze what they need. At that time, the organization need people that could call Islam as a fraternizing religion upon countries in America and Europe
  • Third, I need more than just luck.

I've learned from my experience and I hope I wouldn't miss it again.
Wish me luck.

Biarlah berlalu

26 May 2008

Setelah PPAN, IELSP lalu EXISTENTE....apa lagi yah?

Yang jelas tetap ingat slogan perjuangan bangsa Indonesia (termasuk sebagian besar anak ITB di dalamnya):

patah tumbuh hilang berganti
mati satu tumbuh seribu
pacar putus gebetan ga punya
putus satu jadian seribu
usaha gagal bukan alasan
tolak satu yang lain diburu
Selagi masih punya kekuatan menghirup udara, selalu akan ada kesempatan lain (walaupun kesempatan kedua belum tentu selalu ada)

OPTIMIS + FOKUS, kayaknya aku masih kurang dalam hal ini....

Trims buat Silvia, thanks buat GANBATTE KUDASAI nya yah...sori direject.

Corporate Social Responsibilities

11 April 2008

Di dalam bahasa Indonesia, Corporate Social Responsibilities disebut tanggung jawab sosial perusahaan. Ruang lingkupnya tidak hanya perusahaan, tetapi organisasi. CSR merupakan suatu konsep bahwa organisasi, khususnya ( namun bukan hanya) perushaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap:

  • Konsumen
  • Karyawan
  • Pemegang saham
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Segala aspek operasional perusahaan

Corporate Social Responsibilities berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) , dimana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata hanya berdasarkan faktor keuangan belaka seperti halnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekwensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. CSR adalah bukan hanya sekedar kegiatan amal, di mana CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan(stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal.

Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas, juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan (misalnya peraturan yang dibuat oleh Uni Eropa). Untuk lingkup Indonesia, ada beberapa peraturan yang dibuat untuk mengatur masalah CSR, juga ada beberapa yang di dalamnya terdapat pasal-pasal yang berkaitan dengan CSR. Beberapa peraturan tersebut diantaranya:

1. UNDANG-UNDANG NO. 40 Tahun 2007. tentang Perseroan Terbatas. Undang-undang ini diarahkan kepada perseroran yang kegiatan usahanya mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam juga yang kegiatan usahanya berdampak pada fungsi kemampuan sumber daya alam.

2. KEPMEN BUMN No. 236 Tahun 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Peraturan ini didasari bahwa dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha, dan pemberdayaan masyarakat, perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi, kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya, melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.

CSR juga berkaitan dengan upaya organisasi/perusahaan untuk menangani beberapa permasalahan diantaranya: sumber daya manusia, manajemen resiko, membentuk opini terhadap perusahaan/membentuk loyalitas konsumen, ijin usaha dan perselisihan bisnis.

Sumber daya manusia. Program CSR dapat dilihat sebagai suatu pertolongan dalam bentuk rekrutmen tenaga kerja dan memperjakan masyarakat sekitar, terutama sekali dengan adanya persaingan kerja diantara para lulusan sekolah. Akan terjadi peningkatan kemungkinan untuk ditanyakannya kebijakan CSR perusahaan pada rekrutmen tenaga kerja yang berpotesi maka dengan memiliki suatu kebijakan komprehensif akan menjadi suatu nilai tambah perusahaan. CSR dapat juga digunakan untuk membentuk suatu atmosfir kerja yang nyaman diantara para staf, terutama apabila mereka dapat dilibatkan dalam "penyisihan gaji" dan aktifitas "penggalangan dana" atapun suka relawan.

Logo ITB (stereotip)

24 March 2008

Mengacu sebuah thread di http://rileks.comlabs.itb.ac.id

Logo ITB dari masa ke masa

sebelum kuliah: kayaknya keren, logonya warna emas (gajah is the best lah)
waktu baru masuk: kepala gajahnya gede banget
pas di dalam: gajahnya jadi kurus
pas keluar: perutnya jadi gendut

Kata mahasiswa non ITB, mahasiswa ITB itu sombong, rumit, terlalu percaya diri, kutu buku, studi oriented dan lain-lain. Menurut anda?

Menurut saya, mereka kurang mengenal ITB. Mahasiswa ITB harus kutu buku, ya karena di kuliah banyak tugas. Percaya diri harus dimiliki, kalo ga kapan bisa maju, ya di belakang terus. Rumit, mungkin yang mereka liat bukan rumit dalam pemikiran, tetapi terlalu rumit karena punya banyak kegiatan. Sombong, kayaknya hanya sekedar "bangga" deh, dan kata "bangga" ini pun cuma sekedar kompensasi atas kerja keras diri sendiri. Atau mungkin mereka iri? who knows...

Ini bukan 100% tentang logo gajah ITB. Yang kita bicarakan adalah tentang persepsi anda sebagai mahasiswa ITB. Waktu SMA, ITB sangat "diagung-agungkan", orientasi studi adalah ITB. Semua bimbel mengumbar janji tentang ITB, memacu semua siswa belajar dan bersaing untuk bisa diterima di ITB melalui SPMB. Diterima di ITB adalah bayaran atas perjuangan anda. Berapa sih kursi ITB yang ditawarkan di SPMB? Coba hitung berapa banyak mahasiswa luar Bandung yang ada di ITB? Ini bukan seperti universitas lain yang menerima 200/300 orang atau lebih. Persaingan di sini ketat boo! Tidak cukup disitu, tahun ini 1 dari 7 atau 8 orang Drop Out dari ITB, artinya di dalamnya pun tetap berjuang. ITB tempat anda ditempah untuk memperbaharui diri, mempersiapkan psikologi keluarga, menumbuhkan kemampuan bisnis, kepemimpinan dan profesionalitas, dan membangun bangsa.

Mari dukung ITB menjadi Institut Terbaik Bangsa, bukan dalam persaingan institut tetapi dalam konteks universitas. Mari bersumbangsih membangun bangsa atas nama ITB, menjadikan ITB dapat bersaing di dunia ilmu pengetahuan dunia.

Hukum Kekekalan Energi

05 March 2008

Anak SMA pasti ingat betul kalau ditanyakan tentang hukum kekekalan energi (ya, setidaknya pernah dengar lah). Bunyinya: Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi energi dapat berubah bentuk.

ETotal-0=ETotal-1
Begitu kalau dituliskan secara lebih matematis. Energi bisa berubah bentuk dalam bentuk-bentuk tertentu, contohnya saja: benda bergerak memiliki energi kinetik, benda yang berada di ketingian memiliki energi potensial, lampu yang menyala memiliki energi cahaya dan energi panas, bahkan makanan yang kita makan juga memiliki energi (makanya klo kita membaca komposisi bahan makanan, ada tertulis "Energi......xxx kkal/yyy KJoule")

Itu hanya penjelasan tentang energi, ini dia real case yang terjadi baru saja. Hari ini, aku makan siang bareng B'Rocky dan B'Muara. Sabtu siang yang akan datang, B'Muara mengajakku datang ke kosannya untuk syukuran, dimana dia akan diwisuda pada hari yang sama. Kutanya tentang rencananya untuk kuliah di Inggris, dia pun menjawab, "Mungkin masih menunggu waktu yang tepat, soalnya aku masih ingin menghirup udara bebas dulu". Dan percakapan pun berlanjut tentang kehidupan sosial kita di kampus.

Ada 1 hal yang sangat menarik, dia mengatakan Hukum Kekekalan Energi (salah satu hukum yang sangat kukuasai saat SMA dulu), tapi kali ini hanya sebagai analogi dalam kehidupan sosial. Setiap hal yang kita lakukan, sebaiknya jangan dilandasi karena kebutuhan ataupun keinginan agar orang lain melakukan hal yang sama kepada kita. Contohnya: saya menolong kamu supaya nanti suatu saat ketika saya butuh maka kamu harus menolong saya. Contoh lainnya: saya suka sama kamu, makanya saya melakukan hal yang baik kepada kamu, supaya kamu juga suka sama saya.

Hukum kekekalan energi yang dimaksud adalah, semua perbuatan baik haruslah dilakukan tanpa maksud-maksud tersebut. Perbuatan baik kita harus dilakukan karena adanya Roh Kudus yang bekerja dalam diri kita, kita harus mengalami kepenuhan dulu, lalu bisa membagikannya kepada orang lain dalam bentuk kebaikan. Energi a.k.a kebaikan itu pun nantinya akan kembali kepada kita "suatu saat dalam bentuk yang lain" di waktu yang tidak terduga.

Marilah kita dipenuhi Roh Kudus, marilah kita dipenuhi informasi, marilah kita dipenuhi kecukupan, agar kita bisa segera membagikan kebaikan itu kepada orang lain.

Sebuah ember, kalau diisi dengan air terus-menerus suatu saat akan penuh dan meluap-luap. Tapi kalau dialirkan melalui keran di ketinggian tertentu dan dengan debit tertentu, ember tersebut tidak akan kehabisan air, malahan air yang mengalir keluar bisa menjadi kebaikan bagi orang banyak.

Hari ini, "Aku belajar untuk memberi dengan tulus dan menghargai pertolongan orang lain". Terima kasih untuk semua orang yang pernah menolong aku, kalian adalah teman-teman terbaikku.

Apa yang dilakukan setelah keluar dari penjara gajah?

29 February 2008

Sebagian orang pasti bertanya, apa yang harus dilakukan setelah wisuda. Mereka bertanya demikian karena belum memiliki kepastian/arah hidup, juga telah memilikinya namun masih ragu apakah rencananya benar atau tidak.

Pada dasarnya, hampir semuanya memiliki persamaan, terutama dalam "apa yang melandasi mereka memilih langkah berikutnya". Ada yang berpikir loncatan karir, keuangan yang kurang memadai, prestise, pengalaman kerja, perusahaan keluarga, tawaran menggiurkan dari teman, dan lain-lain. Lalu apa yang menjadi landasan anda dalam memilih langkah setelah wisuda?

Berikut adalah sebagian pilihan (yang banyak dipilih lulusan universitas) setelah kuliah:
  1. Bekerja di perusahaan yang sudah well-known
  2. Kuliah S-2 di dalam atau luar negeri
  3. Bergabung dengan teman-teman dan mendirikan perusahaan baru
  4. Melanjutkan usaha keluarga
  5. Dilamar (sebagian wanita melakukannya)
  6. Beralih profesi (kebanyakan ke kegiatan kerohanian)
  7. Memilih tidak bekerja (mungkin dia memiliki kesempatan untuk menikmati hidup tanpa harus berusaha lagi???)
  8. Bekerja mandiri (bagi orang-orang dengan pekerjaan profesional seperti dokter, dokter gigi, akuntan tunggal publik, konsultan tunggal, pemilik keahlian yang khusus, dan lain-lain)

Apa yang akan menjadi pilihan saya?
Saya rasa, pilihan kedua cukup menarik. Bisa kuliah di luar negeri dan menemukan hal-hal yang baru adalah tantangan yang ingin kucapai. Bukan karena universitas luar negeri lebih baik/lebih bergengsi dari universitas yang ada di indonesia, tapi kuliah di luar negeri bisa membuka wawasan baru yang nantinya sangat diperlukan ketika bekerja/berusaha.

Mari kita lihat, seperti apa seorang "Joyo" dalam 5 tahun ke depan....
Hehehe, jadi penasaran niy