
Dalam pikiran sebagian anak-anak, keren itu kalau berani merokok, kebut-kebutan di jalan, cabut sekolah, punya banyak pacar, punya hape super duper canggih nan mahal dan berani tawuran.
Tapi bagi saya, keren itu kalau hidup sehat, mematuhi lalu lintas, rajin belajar, setia, mampu membeli barang-barang yang diperlukan, dan cinta damai.
cowo keren!
19 November 2010
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 17:52 5 orang memberi komentar
Label: opini
Sindrom Penipuan dengan SMS Gratis
26 August 2010

Sudah dua minggu terakhir ini saya sering sekali menerima sms dari nomor yang tidak dikenal, lebih kurangnya sms SPAM yang berisi penipuan. Motifnya hampir sama, "minta tolong diisikan pulsa", bisa mengatasnamakan orang tua ataupun keluarga lainnya. Mungkin beberapa diantaranya:
Dari 083899420712
Tlg belikan dulu mama pulsa simpati 50 ribu dinomor baru mama. Ini nomornya. 081284775479 skrng ya. penting Mama skrg di rumah sakit. Nanti mama ganti uangnya.
Dari 087842909078
Beli"in dulu MAMA pulsa AS 50.000.ribu di nomor baru MAMA, ini nomorx 085210672241 cepat ya penting dari MAMA,
Dari 085213316349
Belikan dulu Mama pulsa 50rb di nomor baru Mama, ini nomornya 085213316349 cepat ya penting dari Mama, nanti aku ganti uangnya, yh kirim sekarang
Atau yang lain lagi
Beliin dulu mama pulsa AS 50rb,di No baru mama,ini Nomrnya 085214514634 Secepatnya penting,nanti mama ganti uangnya
Mama tunggu Skarang ya
Hmm, sepertinya sms gratis yang tadinya diberikan oleh operator telepon seluler untuk menggaet konsumen, malah dijadikan ajang penipuan. Penyebabnya adalah karena operator telepon seluler sangat "hiperbola" dalam memberikan sejumlah sms gratis antar operator. Bayangkan saja, AXIS memberikan 10.000 SMS gratis dalam sehari dan THREE memberikan 100.000 SMS gratis dalam sehari, dan mungkin ada operator lain yang juga memberikan layanan hiperbola yang sama juga.
Menurut pendapat saya pribadi, sebenarnya konsumen Indonesia sudah cukup puas apabila diberikan layanan sms gratis sebanyak 50-200 sms per hari (tergantung kepada latar belakang konsumen). Saya sendiri pun belum pernah mengirimkan lebih dari 50 sms berbeda dalam sehari. Mungkin di luar sana, para anak-anak ABG yang tangannya sudah lengket dengan handphone bisa lebih, namun sebanyak apa sih? Saya yakin angka maksimumnya berada di kisaran 100 sms, dan angkanya pun fluktuatif tergantung status berpacaran, jumlah teman, topik yang dibahas, dll.
Kembali ke keluhan saya, mungkin ke depannya operator telepon selular perlu berbenah diri. Memberikan layanan bukan dengan angka yang ajaib-ajaib, namun dengan kualitas layanan yang prima. Bisa dengan perluasan jaringan untuk menambah calon konsumen, atau dengan layanan gratis lainnya (voice & internet) atau dengan layanan spesifik (contoh: datang ke sekolah-sekolah memberikan beragam penyuluhan).
Dan terakhir, pesan saya kepada penipu-penipu yang semakin ramai, tolong jangan kirim sms penipuan lagi. Anda menambah dosa anda sendiri dan juga membuat orang lain jengkel kepada anda. Satu lagi, gimana kalau ibu dari orang yang anda kirim sms telah meninggal? Apakah itu tidak membuat orang tersebut sedih?
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 10:30 2 orang memberi komentar
Label: opini
500 Days of Summer
09 March 2010
Do something!
Tell your feeling!
Keep moving forward!
Be a director for your couple!

This is a story about a guy named Tom who wants to be an architect but ends up working a meaningless job at a greeting card company creating romantical words on paper. Luckily for him the most perfect girl in the world, Summer, just started working at his office...unfortunately she doesn't believe in love, furthermore she doesn't want to held down by a relationship. Poor Tom, he fall deeply in love with Summer. Anyway, in 500 amazing days, Tom will learn about relationships, reconciliations (a good Ex never dies), love, and lose. But the most important thing is about moving forward.
Welcome my Autumn :-)
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 19:45 2 orang memberi komentar
Pasangan paling seru!
14 April 2009
Pasangan Presiden-Wakil Presiden yang paling seru menurutku siy:
1. SBY-JK
2. Sultan-Mega
3. Prabowo-Wiranto
Ketiga pasangan ini memiliki basis massa yang sangat kuat. Pasangan 1, sudah unggul dari suara partai, terbukti hasil kerjanya, dan masih ditunggu rakyat kecil utk membagi-bagikan BLT lagi. Pasangan 2, sangat dominan di mata suku Jawa yang notabene populasi terbesar di Indonesia, apalagi Mega punya basis massa yg sama fanatiknya kepada partainya juga. Pasangan 3, jago dalam mencuri hati rakyat dengan janji-janjinya, punya dana kampanye yang besar dan sepertinya masih memiliki banyak kartu As.
Tapi overall, saya masih menjagokan Pasangan 1, walaupun akan sangat berat bersaing dengan pasangan 2 ataupun 3.
Bagaimana pendapatmu?
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 15:27 5 orang memberi komentar
Label: opini
Abdul Azis Angkat meninggal karena perebutan kekuasaan
05 February 2009
Beginikah cara orang Indonesia memperebutkan kekuasaan?
Sampai menyebabkan kematian orang lain...
Wahai kalian elit politik, jangan cuma berani menggerakkan masyarakat bodoh untuk bertindak anarkis
Jangan bersembunyi di balik keinginan pemekaran provinsi baru, kedok untuk menyembunyikan perebutan kekuasaan yang baru
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 09:54 5 orang memberi komentar
Label: opini
OMG, menikahi anak umur 12 tahun?
22 October 2008
Menurut berita di detik.com, ada seorang "kakek" yang menikahi gadis berumur 12 tahun. Secara aspek hukum, hal ini bisa dikatakan legal apabila mendapat persetujuan dari pihak wanita (karena yang bermasalah secara hukum adalah pihak wanita).
Tapi apakah hal ini baik, apalagi dilihat dari sisi psikologi dan medis? Dari sisi psikologis, seorang yang berumur 12 tahun itu masih dianggap anak-anak dan masih memerlukan bimbingan dari orang tua. Anak berumur 12 tahun juga masih belum memiliki pemikiran logis yang matang. Secara pengetahuan, juga belum siap.
Katakan dia akan melahirkan di usia 13/14 tahun, apakah umur segitu cukup dewasa untuk membesarkan anak dan mengurus suami? Kalaupun nantinya dia mampu, artinya dia telah memaksakan logisme yang dia miliki untuk menjadi dewasa dalam sekejap, yang tentu saja pasti memiliki banyak titik lemah. Kemungkinan menjadi depresif itu sangat besar, pastinya.
Dilihat dari sisi medis, seorang anak perempuan berumur 12 tahun mungkin sudah mengalami menstruasi. Tapi apakah dengan tanda-tanda menstruasi lantas organ reproduksi anak tersebut dianggap matang? Beberapa artikel yang saya baca dan beberapa acara televisi yang pernah lihat menyatakan, bahwa di umur yang sangat belia itu, kemungkinan untuk mengalami keguguran sangat tinggi. Lebih dari itu, apabila melahirkan, kemungkinan terjadinya kerusakan organ reproduksi akan sangat tinggi. Salah satu contohnya bisa menyebabkan air seni yang menetes terus-menerus.
Dunia semakin aneh. Semakin banyak hal diluar kewajaran. Terlepas dari hal itu benar secara hukum, atau baik secara kemanusiaan, kita juga harus melihat sisi yang berseberangan dengan jelas. Bukan berarti perbedaan itu tidak boleh, tapi tidak ada salahnya mencoba menjadi logis atau setidaknya, mengikuti hal-hal yang kebanyakan terjadi.
Banyak orang menyatakan, "cinta itu buta"...tapi bagi saya, "cinta itu logis"
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 21:38 7 orang memberi komentar
Hukuman Mati
21 October 2008
Salah satu metode hukuman mati adalah gantung
Setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Anti Hukuman Mati Sedunia. Berbagai alasan dikeluarkan untuk menentang hukuman mati. Alasan utamanya adalah melanggar hak hidup dan tidak memberi kesempatan bagi sang terpidana untuk memperbaiki diri.
Mereka mungkin akan bersuara lain bila berada pada pihak yang dirugikan oleh terpidana. Jamak terdengar pihak keluarga seorang korban pembunuhan dengan keras menuntut pelaku dihukum mati. Orang-orang yang menderita secara langsung atau tidak dengan narkoba, menuntut pengedar narkoba dihukum mati. Tak sedikit pula yang menuntut para koruptor dihukum mati. Dan juga soal hukuman mati kepada para ‘teroris’. Lalu, kenapa pihak-pihak yang kontra hukuman mati tidak berkata apa-apa terhadap mereka? Menjelaskan pada pihak korban agar mereka menarik permintaan mereka agar sang pelaku dihukum mati. IMO, kalau mereka melakukan hal tersebut, maka pamor mereka akan hancur :p.
Layak atau tidaknya hukuman mati seharusnya ditilik dari kejahatan yang dilakukan. Ambil contoh ekstrim: Seseorang yang melakukan atau memerintahkan pembantaian, apa pantas untuk diberi hak hidup? Lalu kemudian ia dapat hidup, dibiayai oleh negara bahkan mungkin mendapatkan ‘fasilitas’ tambahan entah dari mana, karena ia cukup mendapat hukuman penjara. Padahal di lain pihak, sebenarnya dengan manajemen yang baik, orang-orang yang dihukum penjara (termasuk penjara seumur hidup pun) masih bisa dikaryakan bukan hanya menghabiskan uang negara. Sebagai contoh, membuat kerajinan tangan, mengerjakan proyek pembukaan lahan (tentu dengan pengamanan tambahan), atau hal-hal lain yang mungkin secara logika dikerjakan oleh seorang narapidana.
Efek yang diharapkan dari hukuman mati bukankah tidak sekedar untuk ‘membayar’ kejahatannya saja, melainkan juga untuk memberikan semacam peringatan agar orang lain tidak melakukan kejahatan yang sama?
Kalau dilihat di Indonesia, sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik.
Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD '45, pasal 28 ayat 1, menyebutkan: "Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun", tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati.
Kelompok pendukung hukuman mati beranggapan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Untuk menjaga hak hidup masyarakat, maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati.
Hingga 2006 tercatat ada 11 peraturan perundang-undangan yang masih memiliki ancaman hukuman mati, seperti: KUHP, UU Narkotika, UU Anti Korupsi, UU Anti terorisme, dan UU Pengadilan HAM. Daftar ini bisa bertambah panjang dengan adanya RUU Intelijen dan RUU Rahasia Negara.
Merujuk kepada data yang tertulis di Wikipedia, ada 68 negara yang masih menerapkan praktek hukuman mati, termasuk Indonesia, dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan, 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa, 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati, dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati.

Hukuman mati di China dengan cara tembak
Memang, praktek hukuman mati di juga kerap dianggap bersifat bias, terutama bias kelas dan bias ras. Di AS, sekitar 80% terpidana mati adalah orang non kulit putih dan berasal dari kelas bawah. Sementara di berbagai negara banyak terpidana mati yang merupakan warga negara asing tetapi tidak diberikan penerjemah selama proses persidangan.
Kembali ke Indonesia, sampai saat ini teknik hukuman mati yang berlaku adalah ditembak mati. Seorang terhukum akan dihadapkan kepada regu tembak 8-10 orang dengan senjata dan peluru tajam. Namun apabila sampai waktu tertentu terpidana, tidak meninggal maka sang komandan akan mengambil pistol dan menembak kepala terpidana dari jarak dekat. Kalau kita hitung, masih ada jeda antara terpidana ditembak dan meninggal, tentu saja hal ini akan sangat menyakitkan bagi terpidana...tapi mau apa lagi, sampai sekarang belum ada amandemen tentang tata cara hukuman mati.
Cara yang lain yang sepertinya paling nyaman adalah suntik mati. Metode suntik mati terdiri dari 3 tahap suntikan. Suntikan pertama adalah untuk membius, menghilangkan kesadaran. Suntikan ini mirip dengan pembiusan biasa, hanya saja dosisnya jauh lebih tinggi, 8 sampai 20 kali lipat dosis bius biasa. Tahapan pertama ini merupakan tahapan paling penting mengingat jika gagal, maka suntikan tahap kedua dan ketiga tidak lagi terasa nyaman, tapi justru sangat menyakitkan. Suntikan selanjutnya diberikan dalam kondisi terhukum sudah pingsan total. Suntikan ini ditujukan untuk melemaskan otot. Begitu obat ini disuntikkan, otot akan tidak berfungsi sama sekali. Adapun suntikan terakhir ditujukan untuk menghentikan fungsi jantung. Jika proses ini berjalan lancar, maka terpidana tidak akan merasa sakit sama sekali.

Gambaran singkat hukuman mati dengan cara suntik
Kita tidak perlu berbicara tentang ada agama yang mendukung keberadaan hukuman mati dengan yang tidak, tentu saja itu akan menjadi debat kusir yang berkepanjangan. Namun jelas, di hukum keenam di dalam Alkitab tertulis, "Jangan Membunuh", yang juga dapat diartikan bahwa kita pun tidak boleh membunuh sesama kita.
Memang membingungkan kalau berbicara tentang hukuman mati, ada banyak pro dan kontra. Tidak cukup hanya melihat dari sisi hukum, agama, sosial & kebudayaan yang berlaku, inferensi negara asing, tapi masih banyak hal lain yang tetap harus dipertimbangkan. Yang jelas, saya lebih setuju dengan kalimat, "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Saat ini kita hidup di NKRI yang memiliki hukum. Hukum di Indonesia memang tidak sempurna, ya karena yang membuat juga masih manusia, namun hukum membuat banyak hal lebih teratur. Apakah seseorang layak dihukum mati atau tidak, marilah kita serahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia.
Satu hal lagi. Jika saya ditanya, "Apakah hukuman mati perlu diterapkan di Indonesia?", saya akan jawab, "Tidak Perlu" dan saya tidak akan memberi alasan tambahan.
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 19:42 9 orang memberi komentar
Label: opini
Berteman dengan wanita...
17 October 2008
berteman itu memang menyenangkan, mengetahui jalan pikiran orang dan keinginannya salah satu hadiah dari pertemanan
Secara psikologis, umumnya seorang anak laki-laki akan lebih senang berteman dengan anak laki-laki juga. Disamping mungkin karena sesama laki-laki menyukai hal-hal yang hampir sama; main bola, berantem, nge-band, main PS/video game, judi kecil-kecilan, ngomongin cewe sampai hal-hal yang sudah masuk ke dalam daftar merah; minum minuman keras, 'ngobat', nonton bokep, merokok....STOP, walaupun aku anak laki-laki (kayaknya lebih cocok disebut pemuda), banyak hal di atas yang bukan hobiku.
Semasa kecil sampai remaja, banyak hal yang gemar kulakukan...hmm, kalau kunilai secara subjektif, kebanyakan hal-hal yang kulakukan itu bersifat positif. Dan memang, -kembali ke topik- kebanyakan kulakukan bersama teman-temanku yang laki-laki. Kayaknya lebih seru ajah...lebih tahan (ga kenal capek maksudnya)...lebih gokil (ga kenal malu)...dan lebih hidup, di mana aku bisa lebih ekspresif...Ga mungkin dong, kalau aku ngajak cewek untuk naik sepeda keliling bandung (kira-kira 30km), atau berbuat hal-hal gokil bersama-sama dengan teman cewe...so pasti mereka akan langsung menolak dan ngecap aku EDAN dan OBSESIF.
Kalau kupikir-pikir lagi, memang tidak semua wanita seperti itu. Ada juga yang senang berpetualang, melakukan hal-hal yang sedikit 'nakal', mencoba makanan yang aneh-aneh dan lain sebagainya. Tapi tetap saja lebih banyak wanita yang ngomongin tentang fashion terbaru, gosip artis, ukuran buah dada atau pantat nona 'X', yang pada akhirnya ga akan nyambung dengan jalan pikiran anak laki-laki.
Hmm...psikologi pria dan wanita memang berbeda...dan sepertinya aku seharusnya sudah mempelajarinya dari dulu. Kenapa ga dari dulu yah kubaca buku yang ditawarkan temanku; "Man like Mars, Woman like Venus"...ga ada yang perlu disesali...hehehe
Tapi seiring perubahan hormon dalam tubuh, ketika seorang anak laki-laki mulai dewasa (begitu juga dengan anak perempuan), maka dia akan mulai tertarik dengan lawan jenisnya...hohoho...kamu semua pasti tau dan pernah merasakan namanya "sudah jatuh cinta, tertimpa tangga".

Kembali ke topik, yang jelas untuk memulai hubungan yang serius (baik pertemanan maupun pacaran) setiap laki-laki harus bisa berkomunikasi dengan baik. Aku juga kurang tahu bagaimana komunikasi yang baik dengan lawan jenis...soalnya selama 4 tahun ini, justru lebih banyak berkomunikasi dengan komputer daripada dengan manusia...
Membangun hubungan pertemanan itu tidak hanya dalam komunikasi belaka, juga perlu dengan aktivitas bersama. Hohoho...aku senang astronomi, travelling, culinary adventure, blogging, social community, profesional gathering, environment watching, watching movies, renang, downhill bike, dll...
Hayooo...siapa (cewe) yang pengen jadi temenku?
Yang jelas, aku masih harus belajar banyak. Belajar menghargai wanita, belajar berkomunikasi, belajar membaca keinginan mereka, belajar banyak hal lain...
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 18:36 9 orang memberi komentar
Label: me and myself, opini, psikologi
Rokok? Ga banget deh...
24 September 2008
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 13:40 5 orang memberi komentar
Label: opini
dibeli berapa pun harganya...
22 September 2008
Terkadang untuk sebuah hal yang sangat langka, seseorang berani membayar sangat mahal. Bahkan melebihi ekspektasi orang-orang di sekitarnya. Hal-hal yang hampir tidak mungkin di mata manusia, bisa saja ada yang menjualnya di luar sana.
Yang jelas, andaikata mujizat itu dijual, sebuah mujizat yang bisa mengubah orang yang tidak mendengar menjadi memiliki telinga yang peka, aku berani membayarnya Rp. 500 Juta dalam 1 bulan. Seandainya itu adalah sebuah karya manusia, harga itu sangat pantas untuk sebuah karya yang menyerupai mujizat. Nilai Rp. 500 juta itu adalah angka tertinggi yang dalam obsesiku bisa kuhasilkan dalam 1 bulan, entah bagaimana pun caranya.
Sayangnya, karya itu tidak ada (tidak kutahu ada) di dunia ini sampai saat ini. Hanya mujizat yang dari Pencipta kita yang ada, itu pun gratis.
Namun, kenapa waktuNya tidak sesuai dengan kehendakku? Apalah aku, orang yang masih memiliki sifat-sifat kedagingan ini...
God, I need Your crusade and I'll wait until it comes.
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 18:27 0 orang memberi komentar
Label: opini
Wajah-wajah setelah diceramahi
19 August 2008
Pengalaman yang cukup menyedihkan dialami oleh 2 orang temanku kemarin (18/7). Mereka berdua dari ITTelkom datang ke kota untuk melepaskan kejenuhan, tapi tak disangka dan tak diduga-duga, ada seorang ibu-ibu yang jadi marah-marah tak tahu diri sama mereka berdua.
Jadi begini ceritanya. Si ronald kenalan sama seorang ibu dengan keponakannya di angkot dayeuh kolot. Mereka berdua memang tidak berpakaian formal. Tapi sepertinya dari awal ibu tersebut tidak menyukai kehadiran mereka berdua di angkot tsb. Sampai suatu saat si ronald berkata kepada keponakan ibu tersebut yang baru lulus di Poltek Telkom, "Wah, klo begitu kenalin aku sama teman-temanmu yah, klo bisa yang boru Simanjuntak ajah". Lantas si Ibu langsung nyerocos, "Omongan mu ga intelek, ga masuk di pikiran aku semuanya. Memangnya kau diijinkan orang tuamu pacaran?". Ronald pun menjawab, "Iya, diijinkan kok, udah kuliah pasti boleh asalkan ga macem-macem".
Lebih parah lagi, si Ibu ini malah nyolot, "Berarti keluargamu ga beres. Kalian itu seharusnya ga boleh pacaran, anakku aja kenal sama perempuan umur 30 tahun, dan bla bla bla..." lanjutnya, "kalian liat anakku ini, dia jenius, 16 tahun sudah kuliah". Si ronald pun membalas, "memang SPMBmu lulus dimana". Bukannya dijawab sama keponakan si ibu td, malah lgsg aja si Ibu menjawab, "Dia ga lulus di kedokteran usu karena cuma 1 pilihan dia, coba dipilihnya satu lagi di kedokteran UI, pasti lulus dia".
Tak diam hanya di situ, lalu si ibu ini pun mulai pamer-pamer lagi, "Kalian jangan jadi orang-orang yang menyusahin orang tua saja. Kami ini dari keluarga intelek. Kalian liat anak-anakku, satu di Imigrasi, satu udah jadi hakim, satu di kejaksaan, lulusan USU semua mereka. Biar kalian tau, USU itu lebih bagus dari ITB". Dan aksi ceramah pun berlanjut sampai akhirnya mereka keluar dari angkot buahbatu-kelapa. Si ronal pun ga mau melawan karena di perkenalan, ternyata si ibu itu boru Hutabarat juga, sama seperti si Ronald.
Yang jadi catatan dari saya mengenai ke-TOLOL-an dan ke-SOMBONG-an si ibu tadi:
1. Omongan ga intelek itu gmn memangnya? Memangnya hanya gara-gara minta kenalan jadi dibilang ga intelek. Atau orang dianggap intelek kalau memakai jas dan dasi? Seandainya inferensinya dianggap begitu, Monyet + Jas + Dasi = Intelek dong?
2. Secara formal, si Ronald memang sudah diijinkan pacaran oleh orang tuanya dan keputusan itu adalah hak orang tuanya, ga perlu si ibu tadi mengomentari tentang keputusan orang tuanya.
3. "Anakku kenal perempuan setelah umur 30 tahun" berarti anaknya TOLOL atau terlalu JELEK, sampai-sampai ga ada perempuan yang mau kenalan sama dia. Atau gara-gara didikan ibu ini yang terlalu keras, sehingga psikologi anaknya pun jadi terganggu.
4. Keponakannya kuliah di umur 16 tahun. Perasaan, saya juga kuliah umur 16 tahun dan ga menganggap itu kelebihan, cuma sebagai hemat umur saja kok.
5. Keponakannya ga lulus SPMB, hanya lulus di Poltek Telkom dibilang jenius. Sedangkan si ronald yg tadinya lulus di Farmasi ITB, STAN, dan STTTelkom aja bukanlah hal yang superior. Atau jangan-jangan inferensi di Indonesia sudah berubah "Lulus di Poltek Telkom adalah jenius, lulus di ITB adalah hal yang biasa-biasa aja"
6. Ga lulus kedokteran USU, seharusnya tambah pilihan di kedokteran UI. TOLOL ga siy? Catatan resmi menyatakan kedokteran UI lebih sulit ditembus daripada kedokteran USU. Kalau kedokteran USU aja ga lolos, pengen kedokteran UI ...berarti si ibu tadi GA TAU DIRI.
7. Si ibu pamer tempat kerjaan anak-anaknya, maksudnya apa niy? Ga perlu kan si Ronald menjelaskan latar belakang keluarganya. Lagian memangnya di instansi terkait dapet kerjaan apa siy? Tukang sapu atau satpam? Lagian instansi yang disebutkan tadi sudah umum terkait kasus-kasus yang melanggar hukum (suap ataupun korupsi), jadi ga usah terlalu bangga kali lah.
8. USU lebih bagus dari ITB? bagian mana yang lebih bagus dari ITB? Katakan ada nilai yang lebih baik, lebih banyak hal yang lebih baik ITB daripada USU.
9. Salut buat ketabahan si Ronald dikata-katain ibu ga tau diri itu. Karena menganggap ibu itu adalah saudaranya tanpa melihat apa status bapaknya sendiri. Kalau saja si Ibu tahu bahwa bapak si Ronald adalah ketua Marga Hutabarat se-Indonesia (mgkn se-SumateraUtara, saya lupa), si Ibu td sudah pasti malu.
10. Sepertinya ga perlu teriak-teriaklah di angkot, jadinya semakin terlihat bahwa ibu itu adalah orang TOLOL
Setelah itu, kami pun melepaskan stress dan emosi kami di BIP. Ah, hari yg cukup menguras emosi.
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 13:03 16 orang memberi komentar
Label: activities, opini
Harga dari Peperangan
02 August 2008
Akhir-akhir ini aku berpikir tentang mereka yang pilihan hidupnya berbeda denganku. Mereka yang memilih untuk menjadi pengemis, membunuh anaknya, menjadi pelacur, gay, lesbian, transgender, mencuri, membunuh, merampok.
Saat ini aku tahu, mana yang benar dan mana yang tidak benar. Aku tidak bilang bahwa pilihan mereka benar, tapi aku juga tidak bisa bilang bahwa pilihan mereka itu tidak benar, karena ini semua cuma berdasarkan sisi pandang subjektifku.
Satu hal yang aku coba hargai dari mereka adalah proses pemilihan itu. Aku sadar tidak akan mudah untuk memilih menjadi gay atau lesbi, selalu ada peperangan besar dalam batin mereka. Terlepas dari hasilnya, mereka telah melewati sesuatu yang berat. Itu yang aku coba hargai.
Tak akan pernah mudah untuk menghilangkan sebuah nyawa..
Tak akan pernah mudah untuk mencintai orang yang salah..
Tak akan pernah mudah untuk mengganti jenis kelamin..
Tak akan pernah mudah untuk melepas keperawanan..
dan
Tak akan pernah mudah untuk memalingkan telinga..
Tapi satu hal yang pasti, ada alasannya sampai akhirnya mereka memilih itu. Pilihan mereka itu telah membuat status baru dalam hidup mereka, yang lebih dipandang dan lebih dihina. Betapa berat mereka harus memilih, menimbang-nimbang, pasti banyak tangisan dan mengorbankan banyak hal.
Aku akan mencoba mempelajari jalan pikiran mereka. Aku tahu mereka menjalani hidup ini dengan berat. Tapi satu hal lagi, walaupun mereka dicemooh ataupun telah membunuh, mereka tetap tidak membunuh diri sendiri.
Aku menghargai perang yang terjadi di diri mereka.
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 00:00 7 orang memberi komentar
Bebersih Bandung (sebuah kegiatan sosial dari komunitas blogger bandung)
01 July 2008
Pengantar
Tidak benar kalau blogger-blogger itu hanya orang-orang iseng, tukang nyebarin virus dan spam, atau kumpulan orang-orang yang bersifat merusak (cracker) seperti yang dituduhkan RM Roy Suryo (RM bukan 'rumah makan'--penulis).
Blogger itu bisa sangat berkarya, bukan hanya memberikan opini lewat tulisan-tulisannya. Bahkan komunitas blogger mampu menggerakkan massa untuk melakukan kegiatan yang sangat berguna. Buktinya: 29 Juni 2008 yang lalu, kami MAU dan BISA melakukan kegiatan sosial seperti membersihkan jalanan di kota Bandung. Batagor (Bandung Kota Blogger-sebuah komunitas blogger kota bandung) memberi contoh kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan melalui perbuatan kami mengumpulkan sampah yang bertebaran di jalan raya.
Bayangkan apa yang kami temukan! Ada banyak sampah B3 (bahan beracun dan berbahaya) yang ditemukan, selain sampah-sampah umumnya. Contoh sederhananya: batu baterai (kebanyakan batu baterai mengandung merkuri). Belum lagi terhitung jumlahnya plastik-plastik dan sedotan yang tersebar di jalanan yang kami lalui. Sebuah plastik baru bisa terurai oleh bakteri setelah 1000 tahun proses pelapukan, ini dia yang bisa merusak ekosistem bahkan menghambat peresapan air ke dalam tanah.
Saya sendiri (bukan karena adanya acara ini) sudah menyadari pentingnya kebersihan lingkungan sejak SD. Saat itu sudah mulai diajarkan bahwa kami harus memungut sampah yang terlihat, juga memisahkan antara sampah organik (sisa makanan dan dedaunan) dengan non organik (plastik, kertas, logam, dll). Saya sangat mengingat hal tersebut, sampai-sampai sekarang pun ketika di tangan saya ada bungkus permen atau plastik roti, secara otomatis mengantonginya sampai menemukan tempat sampah yang benar.
Untuk ke depannya, mudah-mudahan komunitas blogger bandung bisa memberikan karya nyata lainnya sebagai bentuk kepedulian sosial dan lingkungan, karena kita adalah bagian dari masyarakat.
Kronologi
8.00 : direncanakan acara "bebersih bandung deui euy" akan dimulai dengan kumpul di depan St*rb*cks BIP (disensor soalnya bukan sponsor).
9.00 : mulailah acara perkenalan, pembagian kaos n handstool; di tempat lain di sebuah kantor telkom flexy, anak-anak PVJ flexter baru mulai berkumpul
10.00 : anak-anak PVJ flexter berkumpul dan mulai bergerak membersihkan jalanan (sekitaran merdeka juga siy); beberapa paparazzi melakukan sesi pemotretan tanpa diketahui...
11.00 : mengumpulkan sampah yang ditemukan di taman balai kota, sesi games; game nya adalah membisikkan sebuah kalimat panjang, klo ga salah bunyinya
"Batagor adalah bandung kota blogger bukan makanan yang dibeli seporsi dengan harga 5000 rupiah di republik kuliner jalan purnawarman ya iyalah masa ya iya donk"12.00 : sesi pemotretan, sesi bagi-bagi hadiah, sesi makan siang (karena makan siangnya telat datengnya, jadi makan siangnya dibagi ke dalam 2 kloter)
13.30 : bergerak ke IBCC utk acara makan sepuasnya di "food adventure"
16.00 : bergerak kembali ke BIP
Keuntungan
- Secara otomatis mendukung terciptanya kota bandung yang bersih dan sehat, kan kita-kita juga yang tinggal di kota bandung....hehehe
- Olah raga pagi lah, menikmati matahari, jalan sehat, menggerakkan otot dan sendi
- Kaos gratis hasil kreasi "studio kaos"
- Kenalan dengan teman-teman baru (beberapa orang baru yang paling kuingat: Shelly "yang manis", Andi Rahmat dan Bagus Rully "teman sejawat", Aky Herry "pak tua bijaksana", dan Uci Autis "namanya agak aneh"). Itu orang-orang "yang baru kukenal" yang paling lekat di ingatanku, sebenarnya masih banyak lainnya lho
- Makanan gratis, mulai makan siang sampai makan sepuasnya di food adventure di IBCC
- Nampang di koran gratis, hehehe di Pikiran Rakyat terbitan 30 juni halaman 17 ada fotoku lho, hehehe
- Mudah-mudahan ada banyak orang yang ikutan merasa peduli dengan lingkungan juga, amien

Special Thanks
- Batagor (bandung kota blogger) sebuah komunitas blogger sebandung raya, termasuk semua teman-teman blogger yang ikut serta dalam acara ini
- Inisiator acara kita, Aky Herry
- Semua sponsor: warung urang bandung, republik kuliner, qwords.com, kon shinigami advertising, studio kaos, cahaya keramik, for day
- Flexter Paris Van Java
- IBCC (mba Shasya dan mba Mina)
- Media peliput Pikiran Rakyat, Kompas, dll
- Semua pihak terkait lainnya (tukang es, tukang bakso, pohon-pohon rindang, orang-orang pacaran) ==> semuanya menambah romantisnya acara istirahat
Kita tunggu kegiatan bakti blogger bagi bangsa lainnya
Demi Tuhan, Bangsa dan Almamater, Merdeka!
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 10:00 22 orang memberi komentar
Perjuangan Melawan Ganasnya Kanker Darah
24 June 2008
Sebuah kisah mengenang almarhum Kristanti, kakakku tercinta yang melawan ganasnya kanker darah.
Dia
Dibalik gaun putih bersinarnya
Ada tubuh yang tak berdaya melawan sakit
Juga inspirasi untuk tetap bertahan
Penggalan sejarah itu diawali tanggal 13 Juni 1998. Kebahagiaan di saat semua anak sekolah menerima laporan hasil belajar. Ya, kami berlima (Kristanta, Kristanti, aku, Theresia dan Agustina) menerima hasil yang sangat memuaskan. Memang hanya aku yang tidak juara 1, hahaha tapi itu bukan masalah. Kuhitung-hitung berapa uang yang akan kuterima, horeee! 50 ribu rupiah akan mengalir ke tabunganku karena 8 buah angka 8 (8x5rb) dan sebuah angka 9 (1x10rb), memang jauh dari yang diterima kedua kakak kembarku, tapi uang 50 ribu sudah sangat besar untuk ukuran anak SD kelas 6. Malam itu ditutup dengan makan malam keluarga. Yupe, makan di restoran "3M" di jalan HM Joni lalu pulang dan tidur.
Aku terbangun jam 4 pagi, kudengar suara berisik Papa dan Mamaku. Kutahu mereka sedang mencemaskan K' Tanti (begitu kusebut namanya) yang demam tinggi dan bengkak-bengkak. Papa menyuruhku membuka garasi dan gerbang, dan dengan tangkas kulakukan. 15 menit setelah kuterbangun tadi, Papa, Mama dan K'Tanti telah meluncur dengan sedan "Timor S515" B 2550 YE ke arah rumah dokter Simanjuntak di jalan HM Joni (tepat di sebelah rumah temanku Martinus). Sayang, dokter itu tidak mau bangun dan menerima kakakku.
Dengan langkah seribu, Papaku segera mengarahkan kemudi ke RS Pirngadi Medan untuk memperoleh penanganan. Ya, itu rumah sakit pemerintah. Segera masuk ruangan penanganan darurat, namun segera ditransfer ke ruang rawat inap. Tes darah dilakukan, dokter umum pun mengambil kesimpulan "Demam berdarah", suatu kesalahan diagnosa yang bisa saja membawa maut. Kubaca hasil tes darah yang tak kumengerti itu, terlintas di pikiranku, "kanker darah", namun tak kukatakan, karena aku tak yakin bahwa aku memiliki kemampuan dalam membaca penyakit seseorang.
Tidak percaya dengan kata dokter umum, hasil laboratorium dibawa ke Dr. Gerhard Panjaitan, SpBOnk (kakek dari mamaku) untuk diminta opini kedokteran. Kesimpulan sementara, "kanker darah", namun dia tidak percaya dan menyarankan meminta opini kedokteran kepada teman sejawatnya, Dr. Gino Tan, Phd, SpPK (seorang ahli darah, yang kata beliau terbaik kedua di Singapura). Hanya dalam hitungan jam, ditarik diagnosa, "kanker darah stadium 2, tipe ALL/Acute Lymphoblastic Leukemia".
Hasil diagnosa itu dirahasiakan kepadaku. Papa dan Mama hanya memberitahu K'Tanta, saudara kembarnya. Tapi aku bisa merasakan ada yang ganjil, ketika Papa dan Mama berdoa sambil menangis di kamarnya. Keyakinanku tetap, kutanya kepada K'Tanta dan dia pun mengiyakan. Aku berdoa agar Tuhan membukakan jalan keluar atas permasalahan ini, keyakinan seorang anak kecil yang baru berumur 11 tahun.
Senyumnya begitu manis
Seakan tak ada ketakutan membelitnya
Ratusan bahkan ribuan tusukan jarum
Mungkin akan menghujam kulitnya
Sebagai seorang pasien yang memiliki hak mengetahui hasil diagnosa, dia bertahan dan tetap tegar, bahkan di depanku dia mengatakan, "Mama, Papa jangan menangis". Pembicaraan medis dilanjutkan antara Papa, Mama dan dokter dari RSPM. Namun segera setelah berbicara, K'Tanti dipindahkan ke RSU. Herna (tempat kerja dr. Gino Tan). Kenapa begitu? Karena RSPM dan dokter-dokternya hanya ingin menggunakan kakakku sebagai "kelinci percobaan" dengan obat-obatan eksperimen. Lucu yah?
Perawatan segera dimulai, dia diposisikan di Ruangan Nuri II (tempat orang-orang dengan penyakit yang berhubungan dengan darah). Dokter mengatakan akan memberikan suntikan chemotherapy yang nantinya akan memuat rambutnya berguguran atau bahkan bisa membuat komplikasi dengan organ tubuh lainnya. Kami menaruh keyakinan atas usaha dr. Gino, itu pun dengan harapan hidup 70%, sebuah harapan yang sangat tinggi menurut kami. Tak perduli berapa mahal obat-obatan tersebut, Papa dan Mama akan selalu menyediakan yang terbaik buatnya. Satu bulan pertama adalah masa terberat, dimana pengobatan intensif dilakukan, waktu penjagaan yang 24 jam serta kontinu, pengeluaran yang sangat besar, sampai 5 juta rupiah perhari. Terpikir untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang dengan donor K'Tanta, kembarannya, namun itu terlalu beresiko.
Langkah chemotherapy mulai dilakukan. Zat kimia yang sangat reaktif itu sangat panas ketika bereaksi dengan sel-sel yang ada di dalam tubuh. Tak jarang dia mengatakan bahwa seluruh tubuhnya sangat panas, namun dia tak terkejut ketika rambutnya yang panjang berguguran serentak. Seluruh nilai dalam tes darah menurun sesuai dengan yang direncanakan dokter. Bayangkan ada seseorang yang masih mampu hidup dengan kadar haemoglobin 2,8 dan trombosit 14 ribu, serta nilai komponen-komponen darah lain yang tidak kutahu maknanya.
Darah itu begitu kental
Di dalam diriku dan dirinya
Mengalir darah yang sama
Sebelum ronde kedua dimulai, dokter mengisi kekuatannya lagi. Empat ampul darah dan dua belas ampul trombosit diperoleh dari PMI dengan harga yang sangat mahal, dimana PMI memperolehnya secara cuma-cuma dari sejumlah dermawan darah. Itu adalah saat dimana darah menjadi kebutuhan primer dan penentu keberlangsungan hidup seseorang.
Fungsi ekskresi dan sekresi terganggu akibat obat-obatan yang masuk ke tubuhnya. Bahkan pankreas dan ginjalnya sempat malfungsi, namun kekuatan bertambah dengan berlalunya hari. Masih kuingat, kala itu dia cuma makan 3 sendok nasi setelah puasa 8 jam, namun kadar gula darahnya langsung melonjak ke 630 yang membuatnya sangat lemas, bahkan hampir pingsan.
Liburan itu kuisi dengan menjaga kakakku tercinta. Memberinya makan, mengelap keringatnya, menyisir rambutnya yang hampir habis, bercanda bersamanya, membantunya berjalan ke kamar kecil, memeluk dan mencium keningnya menjadi keseharianku di kala siang. Kadang aku digantikan oleh K'Tanta, dan di kala malam, Papa dan Mamaku secara bergantian menjaganya. Tak ada yang memasak di rumah, semua makanan dibuatkan oleh nenek dan tanteku, rumah pun sepi.
Hidup akan terus berlanjut
Siang berganti malam
Hari berganti hari
Liburan usai, dan sendirian aku mendaftar ke SLTP N 3 Medan. Murah di sisi biaya dan dekat dari rumah. Tak lama berselang, K' Tanti boleh dirawat jalan. Ya, sudah dua bulan dia tidak pulang ke rumah. Kamarku, sebuah kamar berukuran 5x6 m dengan kamar mandi dalam, kuberikan untuknya. Segera kamar itu dibersihkan dan disterilisasi agar sesuai dengan kriteria tempat perawatannya. Makanannya diatur atas saran dokter dan seorang perawat profesional pun kami pekerjakan untuk mengawasinya.
Tak hanya melalui suntikan di pembuluh darah, setiap berulang dua minggu, sebuah jarum tebal berukuran sekitar 15 cm pasti akan menghujam ke tubuhnya. Jarum itu ditusukkan melalui sela-sela tulang belakang, diposisikan ke arah sumsum tulang belakang. Tak jarang proses itu harus diulang karena tidak menembus celah yang seharusnya. Bayangkan betapa sakitnya kala itu? Mungkin aku sebagai laki-laki tak akan mampu menghadapinya.
Dengan kondisi dan penyakit yang dideritanya, dia tidak memiliki waktu untuk sekolah. Namun dia menyempatkan diri untuk mengikuti Ebtanas kelas 3 SMP, dan menjadi seorang lulusan SLTP Santa Maria dengan NEM yang sangat tinggi. Dia juga mampu lulus masuk SMA Negeri 1 Medan (salah satu SMA favourit di kota Medan) dengan NEM yang dimilikinya, walaupun hanya sempat belajar sesaat di kelas 1.
Maju mundurnya perawatan terjadi sepengetahuan dan pengawasan dokter. Pernah terjadi, virus (aku lupa namanya) menyerangnya dan membuat bibir lidah dan rongga mulutnya luka-luka, namun dengan tangkas dr. Gino mampu mengobatinya. Kemajuan semakin terlihat dan harapan hidup semakin tinggi. Ada banyak mantan penyakit leukemia membagi cerita, dan ada banyak orang yang mendengar kesaksian suksesnya pengobatan ini dari Mama dan Papaku. Dengan hasil seperti ini, keyakinan bertambah, dan kami pun ke studio foto untuk foto keluarga di pertengahan tahun 2000.
atas: Theresia, Papa, Mama, Wijoyo;
bawah: K'Tanta, K'Tanti, Agustina;
Cerita sukses itu berjalan sampai Oktober 2000 dimana obat yang biasa kami pesan datang terlambat. Bahkan sangat terlambat. Lebih dari satu bulan kami menunggu obat yang dibutuhkan. Terdengar isu bahwa hal ini terjadi karena hubungan yang sedang tidak baik antara Indonesia dan Amerika Serikat, sehingga produk-produk yang diimpor dari negara tersebut tertahan. Kalaulah berita ini benar, sangatlah ironis.
Sebulan kemudian, kondisinya menurun. Panik melanda, Papa dan Mamaku pun membawanya ke rumah sakit yang berada di dekat rumah, yaitu RS Estomihi yang berada di Jl. Sisingamangaraja XI. Sekali lagi, dokter di rumah sakit itu melakukan kesalahan penanganan. Dia "memaksa" untuk prosedur transfusi darah, langkah yang sangat disesali oleh dr. Gino. Segera setelah itu, Papaku memindahkannya kembali ke RSU Herna.
Bagai teriris sembilu dan disiram cuka, dr. Gino menyatakan bahwa penyakitnya kembali, bahkan lebih ganas karena juga telah menyerang sumsum tulang belakang. Vonis pun dijatuhkan, umur K'Tanti tidak lebih dari 3 bulan. Langkah-langkah yang dilakukan dokter selama ini seperti tidak berguna sama sekali. Sekuat tenaga dikerahkan dokter untuk mengembalikan kondisinya, namun harapan itu sangat kecil.
Sampai di hari ketika dokter mengatakan saatnya berada di dunia kurang dari seminggu lagi, Mama segera memanggil Pdt. T. Siburian untuk melakukan sakramen sebelum dia meninggal. Gaun putih pun dipesan dari penjahit langganan kami. Berita buruk dikabarkan ke seluruh keluarga untuk bersiap-siap menerima kepergian kakakku tercinta.
Malaikat meniupkan suara-suara
Mendampingi jiwa yang akan berlalu
Kematian itu berjalan begitu hening
Hari itu, Sabtu 3 Febuari 2001 pukul 14.00, saat dimana aku tiba di rumah sakit sebagai tempat singgah sebelum berangkat ke tempat bimbingan belajar. Saat itu dia ketakutan ketika melihat beberapa malaikat berpakaian putih di sebuah lukisan, padahal itu hanya lukisan bunga tulip. Pukul 15.30, sengaja aku terlambat pergi ke tempat bimbingan belajar. Di pintu, kumendengar K'Tanti berkata, "Yesus, Yesus, Yesus." Sebuah panggilan yang akhirnya kusadari menjadi kata-kata terakhir dari mulutnya. Nafasnya semakin lambat, suasana hening menjadi haru, kepanikan melanda dokter dan perawat. Pukul 16.15 dia dinyatakan dokter telah kembali ke pangkuan Bapa di Surga.
Dia masih 17 tahun
Ketika jantung berhenti berdetak
Darah pun mulai menggumpal
Dan hembusan nafas tak ada lagi
Dia dingin
Dia kaku
Seakan keabadian telah menjadi bagian dari dirinya
Dibalik wajahnya yang membiru
Ada senyum kekuatan
Tegar
Pukul 16.30 seusai les, aku berjalan pulang bareng Ronald. Sengaja kuputar jalanku melalui belakang rumah sakit, tepatnya melalui ruang jenazah, tapi yang kutemukan hanyalah gerbang yang terkunci. Berjalan lagi ke depan, dari kejauhan kulihat mamaku dan kakekku berjalan setengah berlari. Kusadari bahwa K'Tanti telah tiada, maka kukejar mereka dengan berlari cepat. Air mata jatuh dari mata mereka, perasaan sedih menyelimuti. Tidak lagi berjalan ke ruang perawatan, kami langsung menuju ruang jenazah.
Kulihat wajah yang sangat kukenal terbaring dengan kedua jempol kaki terikat tali berwarna putih. Segera tubuhnya dimasukkan ke ambulans dan aku pun menemaninya selama perjalanan. Iringan tidak banyak, hanya sebuah mobil dan beberapa sepeda motor menemani ke persinggahan terakhirnya, rumah kami. Rumah itu sudah mulai penuh dengan tamu yang melayat dan kesedihan tumpah di setiap pasang mata yang ada di sana.
Sejenak kutertidur
Bayangnya datang temani mimpi
Tersadar kubertanya,
Dimana kakak?
Dia di sana, terbaring kaku
Malam itu aku sangat lelah, kutertidur sejenak sekitar 30 menit. Ketika bangun kuterkejut dan tidak percaya adanya kematian. Setengah sadar atau mengigau, kubertanya, "Dimana kakak?". Aku melangkah ke ruang tamu dan kulihat dia telah terbaring kaku. Dia dikelilingi seluruh keluarga dekat.
Tak ada kehangatan di sana
Hanya tetesan air mata di pipi orang-orang yang dikenal
Sabtu berlalu, Minggu pun menyapa. Kebaktian yang biasanya dilakukan di Gereja, hari itu dipindahkan ke rumah kami. Sekitar 1500 orang keluarga dan relasi silih berganti datang dan mengisi ruang utama rumah. Kata-kata penghiburan mengalir dari banyak orang seakan-akan mereka juga turut merasakan kesedihan yang kami alami. Sampai di saat acara perpisahan terakhir di pekuburan Kristen Gajah Mada II aku belum pernah menangis. Kesedihan itu kupendam dalam hati, sendirian.
Hanya membersihkan pusaranya dan menyiangi rerumputan yang bisa kulakukan sejak itu, terutama ketika aku berada kembali di kota Medan. Namun, kenangan dan kebahagiaan tentang dirinya selalu melekat di dalam benakku. Kekuatannya menjadi salah satu sumber inspirasi bagiku.
Dan ketika dirinya berlalu
Sebagian dari jiwaku pun turut lepas
Terima kasih kuucapkan kepada:
- Tuhan Yesus Kristus yang memberikan hidup kekal di Surga
- Dr. Gino Tan, Phd, SpPK
- Dr. Gerhard Panjaitan, SpBOnk
- Pdt. T. Siburian STh
- RSU Herna Medan
- Para perawat di RSU Herna
- Dr. Robert Tan
- Seluruh keluarga
- Seluruh relasi keluarga
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 01:09 12 orang memberi komentar
Kenapa harus DO?
13 June 2008
Kemarin, seorang teman kos saya main ke kamar saya dan menggunakan komputer saya untuk tujuan leisure doang. Sesaat kami ngobrol-ngobrol tentang tamunya yang 2 hari yang lalu datang.
W=Wijoyo, T=Teman saya
W: T, kemarin yang datang siapa? kok ditinggal sendiri?
T: Itu temenku, kemarin aku ada kesibukan, jadi kutinggan sebentar
W: Ah, temen atau temen? Itu si "I" yah? Anak mana siy dia?
T: Iya, FTSL
W: Eh, mintain dia kenalin aku sama temennya yang cantik dong, dulu ada yang kukenal namanya "V".
T: Sulit Joy, aku lagi kena masalah, jd ga bisa ngurus itu lagi
W: Emang masalah apa sampe ga bisa nolongin temen (sambil tertawa kecil)
T: Aku DO, cuma jangan kasih tau anak kosan yang lain yah
=================pembicaran selanjutnya tidak ditampilkan
Sebenarnya ga cuma dia yang kutahu DO, ada 2 orang temen dekatku yang lain yang telah "pertukaran pelajar" ke universitas swasta lainnya + beberapa orang dari jurusanku yang mengalami nasib serupa.
Yang jadi pernyataan adalah:
- Dari sumber-sumber yang umum, tingkat Drop Out di ITB berada di kisaran 10%-20%.
- Yang berhasil masuk ITB adalah peringkat 7.000 ke atas dari sekitar 360.000 mahasiswa, artinya mereka adalah mahasiswa terpilih
- ITB adalah universitas dengan tingkat Drop Out tertinggi di Indonesia
Kemudian timbul pertanyaan, "Mengapa ITB tidak sekuat tenaga merangkul semua mahasiwa yang berpotensi ini?". Memang perlu kita pelajari juga apa penyebab mereka bisa sampai DO, tetapi menurut saya peraturan di ITB sudah terlalu ketat sehingga telah membatasi ideologi mahasiswa.
Akankah demikian selanjutnya?
Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 11:59 3 orang memberi komentar
Label: opini
Keangkuhan Sang PAKAR TELEMATIKA
28 May 2008
A : Telematika = Telekomunikasi + Informatika + Matematika? hahahaha
B : Berarti sang pakar telematika sangat hebat dong?
A : Gimana lg dosen-dosen di kampus-kampus PTN di seluruh indonesia. Ga ada yang merasa dirinya se-"pakar" mas RS dong...
B : Ah, yang jelas bagiku cuma ada Pakar Mentalis yaitu Deddy Kobujier (sulit banget sih mengeja namanya)...
Setelah membaca "Diragukan Pakar Telematika, Deddy Corbuzier Unjuk Gigi" di detik.com, aku merasa mengapa ada terlalu banyak orang yang menganggap dirinya hebat dan mencela orang lain yah? Seandainya mereka bisa fokus dan profesional kepada suatu bidang, tentulah bisa menjadi sangat terkenal. Tetapi kalau hanya gemar melihat-lihat foto-foto b*gil artis sudah dibilang seorang pakar telematika, maka suatu saat nanti akan bermunculanlah orang-orang yang mengaku pakar dan profesional di bidang lainnya.
Ah, semoga mas Deddy bisa berhasil membuktikan keahliannya.
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 17:34 2 orang memberi komentar
Label: opini
Sebentar lagi AdamAir juga akan jatuh
26 March 2008
Malam itu kuhabiskan bersama keluarga pemilik kosan, tempat aku tinggal selama ini. Dia adalah seorang profesor di ITB. Di sana ada dia (biasa kupanggil "Amang"), istrinya (biasa kupanggil "Inang"), 2 orang anaknya, menantunya (seorang direktur di Garuda Maintenance), dan keluarganya yang lain. Rumah itu pun dipenuhi tamu. Tidak lupa sebotol minuman keras yang mahal dari Belanda menemani kami sampai pagi.
Sejenak terlintas di benakku tentang keadaan pesawat terbang di Indonesia, lalu kudatangi menantunya yang merupakan Direktur di Garuda Maintenance. Entah mengapa kukatakan, "Sebentar lagi AdamAir juga akan jatuh". Lalu aku langsung pergi dan tidak mau memikirkannya lagi.
Pulang ke kos, tidur sampai jarum jam menunjukkan jam 9.00, lalu aku bangun dan menyapa orangtuaku sembari mengucapkan selamat tahun baru. Begitu pula dengan keluargaku yang lain. Ya! Hari itu adalah hari libur, 1 Januari 2007, dengan langkah santai aku berjalan kaki ke kampus ITB sekedar ngenet dan mencari berita (hal ini sudah cukup untuk menghibur diri). Sore hari, aku iseng buka detik.com dan melihat kabar bahwa sebuah pesawat AdamAir telah hilang (mungkin jatuh). Segera kumatikan laptop, kumasukkan ke tas, dan mengambil langkah seribu pulang ke kosan menanti berita lebih lanjut. Singkat cerita setelah 2 minggu, pesawat dinyatakan jatuh di laut sulawesi.
"Sebentar lagi AdamAir juga akan jatuh" adalah ucapan yang sangat kusesalkan seumur hidup. Ucapan itu menjadi kenyataan kurang dari 12 jam setelah keluar dari mulutku.
Hari ini (26 Maret 2008), kubuka lagi detik.com dan melihat berita tentang AdamAir yang jatuh dulu. Kembali terkenang penyesalan itu, apalagi ketika menyadari bahwa itu adalah human error.
"Jangan dibelokin, jangan dibelokin". Aku ga ngerti, bagaimana ucapan seperti ini bisa keluar dari seorang pilot, seorang yang seharusnya sangat profesional di bidang per-pesawatterbang-an. Saya sendiri yang cuma bisa mengendarai motor dan mobil bisa menyadari kalau kendaraan saya itu melenceng walau hanya 1 derajat.
Beruntung seumur hidupku tidak pernah menaiki pesawat AdamAir. Kalau egoku berjalan, aku ingin menyalahkan AdamAir, Pilot, Direksi, KNKT, DSKU (entah apalah itu semua). Kalianlah penyebab kematian seluruh penumpang di pesawat itu. Kalian adalah PECUNDANG
Kini adalah pilihan keluarga penumpang yang kurang beruntung itu. Hotman Paris Hutapea (hari Minggu Paskah 23 Maret 2008, aku melihatnya di tempat aku berkebaktian) mengatakan bahwa di Inggris, maskapai bisa dituntut sampai 100 milyar per penunpang. Take that choice or not! Ini hakmu!
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 18:51 2 orang memberi komentar
Resolusi 2008 ver.0
04 March 2008
2007 telah berlalu, bahkan sudah 2 bulan lebih. Namun sampai saat ini, belum satupun guideline yang kubuat untuk dituruti. Sepertinya inilah saatnya.
Resolusi 2008
1. Kerjakan TA. Mulai dengan pertemuan dengan pembimbing, membuat proposal, seminar, sidang, semuanya harus dikerjakan sebaik-baiknya dan secepat mungkin. Sudah terlalu lama waktu yang terbuang karena tidak serius. Target awal tetap wisuda Juli.
2. Sertifikasi. Mempersiapkan dan mengambil test untuk beberapa sertifikasi. Ini adalah bentuk persiapan masa depan. SAP dari SAPEdugate dan CISA dari ISACA adalah target di tahun ini.
3. Fotografi. Sudah lama aku pengen punya hobi fotografi dan memiliki sebuah kamera DSLR canggih. Walaupun itu harus mengorbankan barang-barang pribadiku termasuk teleskop. Keinginan ini didasari dari daya ingat kita yang semakin menurun seiring bertambahnya usia, dan aku ingin mengabadikan setiap momen bahagia yang sekilas terjadi.
4. Kuliah di luar negeri. Siapa sih yang ga mau klo diberi kesempatan kuliah di universitas terkenal di luar negeri, bedanya aku bukan menunggu diberi kesempatan, tapi aku akan mencari kesempatan itu.
5. Membaca. Aku bukan orang yang suka membaca buku, tetapi tahun ini aku targetkan membaca: 1 buku informatika, 1 buku manajemen, 1 buku novel. Banyak membaca-banyak tahu. Banyak tahu-banyak lupa. Lalu buat apa membaca??? Hahahaha, sebuah analogi yang bodoh...
Masih banyak lagi yang ingin saya lakukan, namun itu dulu yang saya tuliskan. Nanti akan saya perbaiki secara berkala.
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 13:05 0 orang memberi komentar
Label: opini
