Day 23rd of Januari 2010, it has been exactly 1 month...no call, just a woman with the same words, again and again. Several meteor shower passed without any hope, even a rainbow still can't give me any colour.
Maaf untuk semuanya, sepertinya masa restorasi akan berlangsung lebih lama. Seharusnya...seharusnya...
Aacchhhh, darah mengalir lagi dari luka di tempat yang sama. Apakah karena terlalu cepat untuk mencoba berlari dengan jahitan yang masih basah. Dan sepertinya kali ini harus mengalami dioperasi.
Naturlich, ich verstehe nicht! Ich habe...ich habe...ich habe...
ABER?
udah ga tau lagi...when i have to make a complex decisions for many problems, i am alone, dumped in the lowest dark place.
jika karma itu tidak ada, katakan padaku! jika karma itu ada, katakan padanya! or, am i trapped in a circle of KARMA? saleleng on, nungga martangiang do ahu to Debata Jahowa i, hape ndang adong na hubege.
Hari ke 86 aku menjadi robot di tempat banyak orang memakai seragam. It feels like loosing sense of everything. Just work...datang jam 7 malam, pulang jam 4 sore. always with two opened eyes
aku mencintaimu
kau mempermainkanku
apa salahku?
AMIN
ni ingkai ai wo
meracau
20 January 2013
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 16:55 2 orang memberi komentar
Label: cinta, me and myself
Kejemuan
18 April 2011
aku bosan
hilang akal
di dunia tak jelas karya
dengan pandangan hampa
ingin ku kembali ke meja itu
menghadap layar putih persegi
lihat dan dengar wajah semangat
gali ilmu si cendikia berambut putih
akan kah kuraih kembali
jas biru tempatku berdikari
di tempat aku berteriak sesak
untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 10:12 2 orang memberi komentar
Label: me and myself, psikologi, puisi
Anger and Decission
06 June 2010
Lama sudah tak menuangkan ide pikiran dalam blog ini. Sebenarnya ada banyak hal yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, namun ada beberapa hal yang paling berkesan. Pertemuan, membuat keputusan, mengambil langkah masa depan, melihat kekerasan terjadi...dan semua itu meninggalkan jejak penuh warna. Semua warna cerah, dan termasuk hitam di dalamnya.
Malam itu aku teringat akan nasehat almarhum ayahku, "kalah jadi abu, menang jadi arang". Ah, selama ini aku belajar untuk menahan amarah agar tidak pernah menjadi kekerasan. Namun apa dikata, masih dalam tahap membelajarkan diri untuk lebih rendah hati dan menerima keadaan, sehingga malam itu aku ingin menghajar seorang pengendara sepeda motor. Walaupun tidak sampai terjadi, namun emosiku sudah meluap saat itu. Aaargh...jangan lagi lah, aku sudah melihat bagaimana perebutan anak mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga dan berujung kepada jalur hukum. Benar-benar kalah jadi abu, menang jadi arang.
Tentang membuat keputusan, akhirnya dengan bulat tekad aku menghapus seluruh kenangan lama and take a decission to have a new relationship. Aku juga akhirnya mengubah keputusan lamaku yaitu melanjut kuliah ke jerman menjadi bekerja di sebuah badan usaha milik negara. Walaupun atas desakan orang tua dan keluarga juga, tapi amanah tetap akan dijalankan dengan tanggung jawab tanpa ada kata "menyesal" di kemudian hari. Memang di dalam transformasi tahap kedua ini, terlalu sulit rasanya mengambil keputusan yang terbaik, namun semuanya sudah mempertimbangkan resource yang ada saat ini, harapan keluarga, kemungkinan berubah dan resiko-resiko yang mungkin terjadi di masa depan. Aku berharap, sebuah kalimat yang kutuliskan sekitar 7 tahun lalu di binderku bisa menjadi nyata di tempat kerja yang kupilih ini.
Dr. Wijoyo Batara Frans Simanjuntak, ST, MBA
Dirut PT. PLN (persero)
Dosen ITB
Note:
- ST bukan Sintua tapi Sarjana Teknik
- MBA bukan Married By Accident tapi Master of Business Administration
Walaupun masih jauh di depan dan banyak hal yang mungkin terjadi, tapi mari kita amin kan dulu lah. Hehehe. In God we trust. GBU
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 02:03 5 orang memberi komentar
Label: cinta, me and myself, quote
Struggling with Problems
14 April 2010
Watching these few months, I'm struggling with so many problems indeed, some of them can be solved, the rest can't. Yupe, that's the real life that I have to face day by day.
Let's talk about the last psychotest held by telkomsel. What a bad luck it is. Frankly speaking, that's my first time to be tested in psychology term and asked about my daily activities during my four years study in Bandung Institute of Technology. Not bothering my self-confidence nor distracting my mind, just being a new experience...hahaha. What so ever, I'll keep enforce myself to reach a new good job before going to Germany in order to continue my study.
Then, about scholarship. I myself realized that I worked too slow in finding scholarship. Maybe because I've been guaranteed by my parents that I could study with my own. That's one of my biggest weakness besides moody and sluggish...OK, I decide to spend more time at night in crawling scholarship websites and it will be valid since tonight. I hope so...
Last, about the romantic issue. Hello! I've tried to forget her and found my autumn. But please, give me more time to make it lost naturally. Trust me, the time will erase those memories gradually. :-)
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 18:40 2 orang memberi komentar
Label: me and myself
kebohongan-kebohongan itu
05 August 2009
Apakah anda pernah berbohong? Bagaimana perasaan anda ketika anda berbohong? Atau, bagaimana perasaan anda ketika anda dibohongi? Ketiga pertanyaan ini selalu melintas di benak saya selama 2 bulan belakangan ini.
Saya pernah berbohong, berbohong pada orang tua, saudara kandung, teman, bahkan pada diri sendiri. Perasaan saya ketika saya berbohong adalah takut dan ingin menutupi kebohongan tersebut. Sedangkan perasaan saya ketika dibohongi adalah kecewa dan marah, mungkin lebih tepatnya kecewa yang mendalam.
Sebenarnya kebohongan tidak akan perlu terjadi apabila ada kedekatan antara pelaku kebohongan dengan objek yang dibohongi, karena setiap pengakuan akan ditanggapi dengan lebih cermat. Sama seperti kita melakukan dosa, kita harus mengakuinya kepada Tuhan. Jika tidak, berarti kita melakukan kebohongan kepada Tuhan.
Dulu, saya pernah melakukan dua hal yang mirip. Suatu hari saya memecahkan sebuah piring, lalu segera saya bersihkan dan buang pecahannya di tempat sampah tanpa mengakui hal ini kepada ibu saya. Entah bagaimana caranya, ibu saya mengetahui hal tersebut dan menanyakannya kepada saya. Namun saya menyangkalnya, sehingga Ibu marah kepada saya. Ibu tahu tentang hal ini dari adik saya dan tentu saja ingin menguji kejujuran saya. Lain halnya dengan ketika saya memecahkan vas bunga di halaman rumah. Saat itu saya segera menemui ibu saya dan mengakui kelalaian saya dan ternyata ibu cuma berkata "kamu ga luka kan? ya sudah, ambil sapu dari dalam rumah dan bersihkan pecahannya".
Ada perbedaan diantara kedua kejadian tersebut. Antara sebuah kesalahan dilanjutkan dengan pengakuan dibandingkan dengan kesalahan yang dilanjutkan dengan kebohongan. Yang jelas, keduanya antara objek yang sama, saya dan ibu saya. Kondisinya adalah, ibu saya mencintai saya. Perbedaannya adalah efek dari pengakuan/kebohongan. Pengakuan memberi efek positif, sedangkan kebohongan memberikan hasil sebaliknya.
Sekitar 2 bulan yang lalu, saya juga dibohongi oleh seorang yang sangat-sangat-sangat saya sayangi. Saya mengasihi dia setulus hati dan saya berharap banyak pada hubungan kami pada saat itu. Kebohongan itu memberikan dampak yang luar biasa negatif kepada diri saya, dan seharusnya tidak seperti itu apabila dari awal "kejadian" sudah dikomunikasikan dengan baik.
Sebenarnya dari awal mula terjadinya hal tersebut, saya sudah menyadari adanya perbedaan psikologi dalam dirinya. Mulai dari ogah-ogahan mengangkat telepon, jarang membalas sms, tidak perhatian seperti dulu, dan hal-hal aneh lainnya. Sampai kebohongan itu terbongkar, dan pengakuan tetap tidak terucap dengan lugas. Tidak hanya itu, setelah itu pun dia tidak bisa dihubungi lagi. Dan benar, saya merasa ditinggalkan sendiri. Dia bebas tertawa dan bersenang-senang dengan teman-teman dan "teman"nya, sedangkan aku meratapi nasib akibat kekacauan semesta. Memang, kekacauan semesta adalah tanggung jawabku sebagai penguasa semesta alam pikiranku.
Mari kita berandai-andai. Seandainya dia mengungkapkan permasalahan itu dari awal (seperti yang kukatakan/kusms ke dia tgl 15 Mei lalu), mungkin hal ini tidak perlu terjadi. Seandainya tanggal 6 Juni aku tidak menelponnya, mungkin aku tidak perlu mendengar suara "teman"nya itu. Seandainya tanggal 10 juni aku tidak membuka emailnya, mungkin aku tidak perlu melihat foto mereka. Seandainya tanggal 12 juni aku tidak menghidupkan ponsel, mungkin aku tidak perlu mengecewakan kedua orangtuaku. Seandainya 29 oktober tahun lalu aku tidak menelponnya dan tidak membalas smsnya, mungkin aku masih bla-bla-bla. Sendainya tahun 2004 lalu aku tidak memintanya menungguku, mungkin aku akan...............STOP! terlalu banyak berandai-andai. Satu yang pasti, aku masih menyayanginya sampai saat ini.
Satu kalimat penutup pembicaraan kami 17 Juli yang lalu, "Kalau dirimu sudah selesai bermain-main, kembalilah padaku ya, Dek"
Berat rasanya memaafkan, tapi Tuhan telah lebih dahulu memaafkan semua kesalahanku.
Aku memaafkanmu dan setia menantimu di sini.
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 03:22 3 orang memberi komentar
Label: cinta, me and myself
aku dan kematianku
26 June 2009
Berat rasanya melepas kepergian seseorang, apalagi ketika jiwa kita sendiri yang harus pergi dari raga ini. Sebuah perasaan yang masih hangat dalam pikiranku. Ya! Aku telah mati. Aku baru saja dibunuh. Pembunuh itu begitu kejam...dia mencabut separuh nafasku...membuat separuh darahku mengalir di tanah...separuh dagingku hancur...bahkan separuh cita-cita dan harapanku berlalu dari hadapanku.
Sempat seketika waktu, tak ada kebahagiaan di mataku. Seketika waktu lain, tak ada masa depan. Waktu itu benar-benar menjadikan seorang 'Aku' menjadi pesimis. 'Aku', yang ditinggalkan dengan luka menembus sumsum dan merobek otot jantung, luka yang disebabkan oleh duri setangkai mawar.
Mawar itu, mawar yang di dalam anganku berwarna putih, ternyata penuh duri dan racun. Kebutaanku membuatku tidak sadar bahwa di dalam kelopak hijau itu terdapat mawar hitam, dan bukan mawar putih. Aku, andai aku masih hidup, masih bisa mengubah hitamnya mahkotanya menjadi putih.
Ya, aku telah mati. Sekarang hanyalah 'Wijoyo the Fake', seorang laki-laki dewasa yang bersembunyi di balik sepasang kaca mata. Dia sedang mengumpulkan serpihan-serpihan kertas yang masih bisa dipergunakan untuk menuliskan catatan sejarah seorang 'Aku'.
Fyodor Ivanov a.k.a Wijoyo the Fake
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 15:00 4 orang memberi komentar
Label: cinta, me and myself
40 Questions That's Not Necessarily Important
25 February 2009
from Felicia & Joice
tag later, as usual..20 orang, yang kena tag musti ngebuat note kek gini
Here are the rules - post this list on your profile replacing my answers with yours.
Tag 20 people to do the same thing, plus the one who sent it to you.
If I tagged you, it’s because I want to know more about you.
1. WERE YOU NAMED AFTER ANYONE?
yupe
2. WHEN WAS THE LAST TIME YOU CRIED?
hmm...taun lalu, waktu mama nyuciin rambutku
3. DO YOU LIKE YOUR HANDWRITING?
ga banget...jelek...cem cakar ayam
4. WHAT IS YOUR FAVORITE LUNCH MEAL?
Nasi + sayur + ikan
5. DO YOU HAVE KIDS?
Blum sampai saat ini...
6. IF YOU WERE ANOTHER PERSON WOULD YOU BE FRIENDS WITH YOU?
Pastinya...aku kan lucu & supel, hehehe
7. DO YOU USE SARCASM?
kadang-kadang, hanya dgn teman2 yg sangat dekat, hahaha
8. DO YOU STILL HAVE YOUR TONSILS?
yupe..
9. WOULD YOU BUNGEE JUMP?
dmn? kapan? ikut dong? gratis kan?
10. DO YOU UNTIE YOUR SHOES WHEN YOU TAKE THEM OFF?
ga doyan pake sepatu bertali...lebih senang yg slip on
11. WHAT IS YOUR FAVORITE ICE CREAM?
Rum Raisin apalagi Haagen Dazs...wow, ngangenin
12. WHAT IS THE FIRST THING YOU NOTICE ABOUT PEOPLE?
Penampilan
13. RED OR PINK?
Blue (atau hijau aja deh klo ada)
14. WHAT IS YOUR LEAST FAVORITE THING ABOUT YOURSELF?
gendut
15. WHO DO YOU MISS THE MOST?
Her??
16. DO YOU WANT EVERYONE TO COMPLETE THIS LIST?
iya dong...tapi terserah aja ding
17. WHAT COLOR PANTS AND SHOES ARE YOU WEARING?
item dua-duanya
18. WHAT ARE YOU LISTENING TO RIGHT NOW?
ga dengerin apa2
19. IF YOU WERE A CRAYON, WHAT COLOR WOULD YOU BE?
blue
20. WHERE WERE YOU BORN?
Sibolga
21. ROLLING STONES OR BEATLES?
Ada Band aja deh
22. DO YOU HAVE A SPECIAL TALENT?
ga ada yg sangat special...
23. FAVORITE SMELLS?
Rose & his parfume
24. WHO WAS THE LAST PERSON YOU TALKED TO ON THE PHONE?
mama
25. DO YOU LIKE THE PERSON WHO SENT THIS TO YOU?
hohoho...mereka berdua lucu
26. HAIR COLOR? Natural or enhanced?
Hitam...ga pernah diapa-apain
27. FAVORITE SOUND(S):
jangkrik & suara aliran air
28. EYE COLOR?
cokelat-hitam
29. DO YOU WEAR CONTACTS?
kaca mata ajah...
30 FAVORITE FOOD?
makanan gratis
31. SCARY MOVIES OR HAPPY ENDINGS?
Pasti happy ending
32. LAST MOVIE YOU WATCHED?
City of Ember
33. WHAT COLOR SHIRT ARE YOU WEARING?
krem
34. SUMMER OR WINTER?
summer
35. HUGS OR KISSES?
hugs
36. FAVORITE DESSERT?
buah, puding & es krim (yang haagen dazs yah)
37. WHAT BOOK ARE YOU READING NOW?
Fulfilling Life - Parlindungan Marpaung
38. WHAT IS ON YOUR MOUSE PAD?
ya ada mouse
39. WHAT DID YOU WATCH ON TV LAST NIGHT?
berita di MetroTV
40. WHOSE ANSWERS ARE YOU LOOKING FORWARD TO GETTING BACK?
smua yg kutag ajah
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 18:43 0 orang memberi komentar
Label: me and myself
gua bangeet
16 February 2009
Aturan mainnya:
* Each blogger must post these rules.
* Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.
* Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
* Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog
1. Astronomy lover
Ntah kenapa klo yang namanya Wijoyo itu seneng banget sama hal-hal berbau astronomi. Rela banget menghabiskan waktu untuk melihat-lihat kejadian di langit. Gerhana, meteor shower, full moon bahkan naik ke bukit untuk melihat bintang-bintang. Bahkan bela-belain beli teleskop pas lagi ada rejeki.
2. Rum Raisin Chocolate Ice Cream
Mulai dari yang harga goceng-an...sampai makan di "haagen dazs" yang di PIM-2 juga udah pernah. Aku bisa menikmati rasa alkohol rum yang berkadar tinggi masuk ke kerongkonganku perlahan-lahan ditemani wafer atau wafle sebagai temannya. Sometimes, bahkan lgsg nambahin rum ke biang es krim klo lg pengen buat sendiri.
3. Romantis
Cuih cuih cuih...sebenarnya malu siy bilanginnya. Tapi aku punya banyak ide romantis di dalam kepalaku. Cuma skrg lg benar-benar mendoakan CTH biar ntar ada seseorang yang jadi objek romantisnya diriku. Biasanya siy, temen-temen minta ide romantis ke aku, hahaha.
4. Benci rokok
NO SMOKING...aku benci ngeliat orang yg merokok. Cowo aja benci, apalagi cewe, bisa-bisa langsung illfeel ngeliat cewe merokok. Seumur hidup, aku belum pernah merokok langsung. Dan kayaknya aku orangnya tega ngusir orang hanya gara-gara merokok (ada temen yg kuusir gara-gara merokok di kamar kos ku, hehehe)
5. Gampang tertarik sama sesuatu
Kenapa aku punya banyak hobi? Yah salah satunya karena aku mudah tertarik sama sesuatu. Seneng blogging, seneng proffesional community, seneng gaul, seneng naik sepeda, seneng renang, senang menyanyi/karaoke, senang travelling, senang culinary adventure...dan keknya lagi mau senang rafting & paragliding...hahaha
6. Budget Traveller
Sebagai seorang yg senang jalan-jalan, aku sering melakukan travel ke luar kota. Walopun dengan dana terbatas ataupun subsidi teman, yang jelas jalan-jalan harus dilakukan...at least sekali sebulan. Setidaknya seluruh jawa, bali & lombok dah dijalani selama kuliah di bandung. Termasuk nekad, bahkan klo ga ada uang berani nginep di mesjid.
7. Seneng yang berbau oriental
Aku tuh tipikal cowo yang seneng belajar bahasa asia (chinesse & korean), demen cewe asia (bermata sipit dan kulit putih), seneng nonton film asia (film & serial romantis), seneng dengerin lagu asia (jay chow, byul, BoA, Solbi, Younha, dll), doyan makan masakan chinesse, korean, japanese. Dan banyak lagi yg berbau asia, hehehe
8. Ekstrovert
Aku ga bisa menyembunyikan perasaan. Klo lagi bete, yah mukanya makin jelek (udah jelek, tambah jelek, hahaha). Klo lagi gembira, bs melompat-lompat. Yah semuanya tergantung mood. Bahkan klo ga suka sama suatu hal/seseorang, berani komen langsung di depan hal tersebut. Sadis ya? menurutku itu lebih dewasa, daripada menjelek-jelekkan di belakang. Mgkn karena temperamen aku sanguin-melankolis kali ya?
9. Lucu (atau garink?)
Sebagian temen dekat bilang aku lucu, punya banyak koleksi humor, dan bisa bikin tertawa terpingkal-pingkal..apalagi klo digabung dengan anggota "Kuartet Dara Manis" yang lain, bisa mengocok perut anda. Tapi sebagian yg lain bilang garing. Bahkan, pernah dapet tagline dari temen "Joy, bikin hidup lebih garing" [dibilang dengan gaya iklan A-Mild].
10. Ingin menjadi orang hebat
Aku selalu berharap bisa menajdi orang yg hebat...ga cuma aku, orang tuaku jg siy. Untuk yg satu ini, dari nama aja ortuku udah ngambil dari nama menteri "Widjojo Nitisastro", jadi aku harus berusaha menjadi beliau itu. Setidaknya orang yang hebat dan berpengaruh lah...amien
berikutnya...saya teruskan ke Gior, Petra, Ecko, Kak Arie, Echi, Igor, Abie, Gina, Gloria, dan Uci...selamat mengerjakan
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 18:57 8 orang memberi komentar
Label: me and myself
Valentine atau apalah...
05 February 2009
Huh...it's so weird when I look almost everybody prepare something special for their couple as Valentine's gift. A question runs around my mind, "Why does Valentine's day become so special?". For me, giving my "lover" a special thing must be done in every special momment, let's say everyday..not only in occasional season like Valentine's day...
Argh...Stop that kind of thought...first that I have to do now is finding the one who can be my "lover"..hehehe...
Is that her? oh my heavenly God, please make me sure that she is the one You've sent...
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 10:15 2 orang memberi komentar
Label: me and myself, psikologi
Check your personality with your name and birthday
25 November 2008
Guys, do you know that's everybody can be differed by their personality? And do you know that your personality can be known from your name and your birthday only? Hahaha, I've just known it. I took the test from http://world.doubutsu-uranai.com. It's very simple to use, just fill the form with your full name and your real birthday, then click the "check it" button. It'll show you your personality prediction. I didn't beleive what it said first, but by analizing myself with all words written on it, I became beleive on. Trust me, it will be simple and funny :)
Here is my personality based on the site

Orange Wolf person has moral character, and has lots of talent and knowledge.
You tend to lack flexibility, and therefore can be obstinate.
Nevertheless, you respect order and you can set aside your own feelings and yet act according to your principles.
You are not very good at dealing with people.
Concerning relationships with other people, you can convince others, and at the same time, you yourself are not inflicting any loss.
You have extremely constructive attitude, and can put that into action.
You tend to carefully examine the situation before acting, and will not do anything without conviction.
So you are a person who can steadily yield results.
You are an educated person.
Very smart, and are good at in areas of logical reasoning like science and mathematics, as well as technology.
You have an outstanding talent in accumulating data, and gain conclusion from that.
You will not easily change your plans and goals once set, and have the tendency to pursue it to the end.
Because you are amiable person, you gain favor of people, and will be able to lead good life.
You have a strong power to invite good fortune.
Act and lead life according to your will, and there will be good results.
Work wise, you tend to take part in new businesses.
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 18:03 2 orang memberi komentar
Label: me and myself
pencarian arti cinta
17 November 2008
cinta...
berlabuh kau di hati
tak tau mengapa kau memilihku
tak ada manusia yang peduli
kala cinta meninggalkan aku
atau aku yang terlalu menyia-nyiakannya
indah cinta adakah hanya dibibir?
atau tak mampu hatiku tuk menerimamu
berlari ku keujung pengharapan
mencari dimana keindahan cinta
mencari kebahaagiaan cinta yang diucap dunia
lelah kakiku melangkah
tak kutemukan apa itu keindahan yang kau janjikan
lelah hatiku mengharap
sebuah mimpi indah dalam genggaman cinta
cinta
jika memang kau membawa kebahagiaan
tunjukkan dan berikan aku keindahan yang kau janjikan pada semua manusia
keindahan yang kau suguhkan pada dunia
sehingga terucap oleh semua makhluk akan keindahanmu
cinta......
kuharapkan arti kehadiranmu
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 20:28 2 orang memberi komentar
Label: cinta, me and myself, puisi
Berteman dengan wanita...
17 October 2008
berteman itu memang menyenangkan, mengetahui jalan pikiran orang dan keinginannya salah satu hadiah dari pertemanan
Secara psikologis, umumnya seorang anak laki-laki akan lebih senang berteman dengan anak laki-laki juga. Disamping mungkin karena sesama laki-laki menyukai hal-hal yang hampir sama; main bola, berantem, nge-band, main PS/video game, judi kecil-kecilan, ngomongin cewe sampai hal-hal yang sudah masuk ke dalam daftar merah; minum minuman keras, 'ngobat', nonton bokep, merokok....STOP, walaupun aku anak laki-laki (kayaknya lebih cocok disebut pemuda), banyak hal di atas yang bukan hobiku.
Semasa kecil sampai remaja, banyak hal yang gemar kulakukan...hmm, kalau kunilai secara subjektif, kebanyakan hal-hal yang kulakukan itu bersifat positif. Dan memang, -kembali ke topik- kebanyakan kulakukan bersama teman-temanku yang laki-laki. Kayaknya lebih seru ajah...lebih tahan (ga kenal capek maksudnya)...lebih gokil (ga kenal malu)...dan lebih hidup, di mana aku bisa lebih ekspresif...Ga mungkin dong, kalau aku ngajak cewek untuk naik sepeda keliling bandung (kira-kira 30km), atau berbuat hal-hal gokil bersama-sama dengan teman cewe...so pasti mereka akan langsung menolak dan ngecap aku EDAN dan OBSESIF.
Kalau kupikir-pikir lagi, memang tidak semua wanita seperti itu. Ada juga yang senang berpetualang, melakukan hal-hal yang sedikit 'nakal', mencoba makanan yang aneh-aneh dan lain sebagainya. Tapi tetap saja lebih banyak wanita yang ngomongin tentang fashion terbaru, gosip artis, ukuran buah dada atau pantat nona 'X', yang pada akhirnya ga akan nyambung dengan jalan pikiran anak laki-laki.
Hmm...psikologi pria dan wanita memang berbeda...dan sepertinya aku seharusnya sudah mempelajarinya dari dulu. Kenapa ga dari dulu yah kubaca buku yang ditawarkan temanku; "Man like Mars, Woman like Venus"...ga ada yang perlu disesali...hehehe
Tapi seiring perubahan hormon dalam tubuh, ketika seorang anak laki-laki mulai dewasa (begitu juga dengan anak perempuan), maka dia akan mulai tertarik dengan lawan jenisnya...hohoho...kamu semua pasti tau dan pernah merasakan namanya "sudah jatuh cinta, tertimpa tangga".

Kembali ke topik, yang jelas untuk memulai hubungan yang serius (baik pertemanan maupun pacaran) setiap laki-laki harus bisa berkomunikasi dengan baik. Aku juga kurang tahu bagaimana komunikasi yang baik dengan lawan jenis...soalnya selama 4 tahun ini, justru lebih banyak berkomunikasi dengan komputer daripada dengan manusia...
Membangun hubungan pertemanan itu tidak hanya dalam komunikasi belaka, juga perlu dengan aktivitas bersama. Hohoho...aku senang astronomi, travelling, culinary adventure, blogging, social community, profesional gathering, environment watching, watching movies, renang, downhill bike, dll...
Hayooo...siapa (cewe) yang pengen jadi temenku?
Yang jelas, aku masih harus belajar banyak. Belajar menghargai wanita, belajar berkomunikasi, belajar membaca keinginan mereka, belajar banyak hal lain...
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 18:36 9 orang memberi komentar
Label: me and myself, opini, psikologi
Mencari Pelarian
15 September 2008
Hiruk pikuk di dunia seorang mahasiswa memang membuat aku terkadang stress. Yang menjadi poin utama pembuat stress ini umumnya masalah kuliah (TA/skripsi), organisasi, pacaran (apalagi karena aku sedang PDKT), keuangan, kehidupan kerohanian, pertemanan dan masalah-masalah lainnya.
Tidak semua masalah yang muncul bisa kutangani atau 'ingin' langsung kuselesaikan. Terkadang kata hati menyuruhku untuk membiarkannya dan mengendapkannya di sungai, dan membiarkannya berlalu bersama arus sungai. Yah...mencari pelarian dan melupakan masalah itu sejenak, memang menjadi kebiasaanku.
Pelarianku bermacam-macam...mulai dari menyendiri di kamar sambil bermain game atau menonton film, jalan-jalan ke tempat teman dan menghabiskan waktu dengan bermain kartu, nongkrong di kafe dan menikmati malam sambil menulis puisi atau mengamati orang tertawa dengan pasangannya, kadang-kadang aku juga pergi ke bukit pakar atau ke lembang membawa teleskopku dan mengamati lekuk-lekuk bulan ketika purnama, dan yang paling tidak masuk akal namun sering kulakukan adalah menghadiri acara-acara di sebuah profesional community, termasuk menulis blog dan bertemu dengan teman-teman dari dunia maya. Percaya ga percaya, aku udah setahun lebih mencari-cari pelarian.
Hingga akhirnya, saat ini kutemukan tempat pelarianku yang terbaru, Yesusku, Tuhanku. Aku ingin kembali padaMu. Entah berapa lama aku tidak bersekutu denganMu, entah sudah berapa lama aku ga ngobrol panjang lebar denganMu. Kuakui aku memang orang yang sombong, baru memperoleh keberhasilan sedikit, langsung lupa denganMu. Bapaku, masihkah diriMu mau menerima diriku setelah kesombonganku selama ini, masihkah dirimu mau mengampuniku?
Aku ingin kembali mencintaiMu...
Aku ingin bertumbuh dengan Kau selalu disampingku...
Aku ingin hidup selamanya denganMu...
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 14:16 2 orang memberi komentar
Label: me and myself, rohani
apakah ini komplikasi?
14 August 2008
otakku tak sanggup lagi mengkotak-kotakkan pikiranku yang bercabang-cabang...
banyak masalah datang membelit
tak ada yang diselesaikan
hanya menguras tenaga, waktu dan pikiran
mengutuki orang tanpa henti...menjadi bukan diriku lagi...ya, itu bukan diriku
haruskah aku mengambil istirahat sejenak...untuk lari dari kenyataan?
atau, haruskah aku berhenti bernafas untuk sejenak....tidak, banyak orang akan meneteskan air mata
Oh GOD, aku bukan seorang PECUNDANG
kenapa aku tak dapat hidup tanpa bantuanMU?
Hidup ini serasa semakin berat dan berat saja. Sekilas lalu, aku masih bisa menonton film-film kesukaanku di layar monitor, tapi sekarang aku selalu melayangkan pikiran ke hal-hal yang "BERAT" untuk kapasitas seorang mahasiswa. Jujur aku bertanya, "Kenapa aku harus berpikir ke sana, kalau itu belum perlu saat ini", dan seperti orang gila aku menjawab sendiri, "Kamu tidak seperti teman-temanmu yang bisa dalam segala hal, yang lebih memiliki banyak hal dari diriku sendiri, dan yang lebih berkepribadian baik dari pada sifat-sifat yang kumiliki"....oleh sebab itu aku mau tak mau harus mengambil bagian dalam kumpulan orang-orang agresif itu.
Dan pertanyaan berikutnya, "Apakah diriku mampu?". Kenapa pertanyaan ini selalu terngiang-ngiang di telingaku, dengan urusan-urusan yang begitu membelit, Tugas Akhir, professional community, club-club di kampus, paduan suara dan lain-lain...termasuk pertemanan yang rumit-rumit itu (terkadang berusaha menyesuaikan dengan psikologi semua orang sangat sulit dilakukan).
Satu hal yang pasti, aku selalu menanamkan itikad bahwa, aku tidak harus selalu mampu, namun aku harus selalu berusaha. Tidak ada kata 100% benar, tidak ada kata 100% teman, tidak ada kata 100% baik. Lebih tepat jika dikatakan, berusaha untuk benar, menyesuaikan keadaan dengan teman dan membuat orang lain menerima dengan baik.
Ah...sulit...
Be positive, jangan menganggap segala sesuatunya serba kekurangan (tidak semua orang seperti aku, memiliki keluarga yang sayang sama aku, bisa kuliah di tempat yang superb, kecukupan secara finansial, punya teman-teman yang membangun...)
Be reactive, sepertinya aku harus lebih peka lagi terhadap lingkunganku dan orang-orang di sekitarku
Be diligent, terhadap semua rutinitas yang harus kulakukan
Commitment, semua hal harus kutuntaskan, bagaimanapun hasilnya
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 15:17 0 orang memberi komentar
Label: me and myself
When I was falling love
15 July 2008
Pria tidak dapat melupakan cinta pertamanya
Wanita tidak dapat melupakan cinta terakhirnya
Kadang kalau kita mengingat kisah-kisah cinta yang terjadi di masa lalu, ada kenangan-kenangan manis yang kemudian teringat kembali. Memang kisah cinta itu sangat asyik bila dikenang kembali, khususnya kisah cinta yang berakhir manis (setidaknya yang tidak meninggalkan luka).
Mungkin dengan menuangkannya di blog ini, aku bisa merasakan kembali api cinta yang dulu pernah membara itu, hahaha (bahasanya berat x pun!)
- Nona M (7 April 1986, PN ITB), cinta pertamaku. Kenal dengan dia ketika aku masih kelas 3. Saat itu kami satu grup bimbel di BT/BS Medica Medan (tahun 1998), bersama dengan Ronald dan Kakaknya, Betty. Dia itu cantik, pinter dan terlihat pendiam. Sebenarnya aku sudah suka kepadanya sejak pertama bertemu, cuma karena pada saat itu adalah masa-masa berat di keluargaku (baca: kakakku didiagnosa kanker darah), aku pun tidak terlalu menghiraukannya. Ternyata, setelah melanjut SMA, kami bertemu di SMA yang sama, senangnya hatiku dan terakhir kami sekelas di tahun pertama kuliah di ITB. Yang jelas, menatap wajahnya memberiku kekuatan baru lagi. Hahaha, cinta pertama memang selalu membuat hati berdebar ketika memikirkannya.
Tadinya kurenungkan bahwa 7 dan 8 adalah angka yang cocok
- Nona M (FK USU), seniorku sayang. Ketika aku kelas 2 SMA, dia sudah kelas 3 SMA. Umur kami pun terpaut 2 tahun, hahaha. Orangnya imut-imut, lucu, dengan rambut panjang tergerai, persis seperti wanita di iklan shampoo. Dia memakai kaca mata, yang membuatku penasaran dibalik misteri kacamatanya. Saat dia kelas 3, aku sering main ke kelasnya (cuma tahulah, anak kelas 3 pasti jual mahal kalau ada junior yang mendekat,hihihi). Akhirnya, kelulusannya pun memisahkan kami, hiks.
Semoga selesai Ko-Ass, acara pemberkatan pernikahanmu terlaksana dengan baik
- Nona S (13 Februari 1986, FH UNPAD), pacar pertama. Pertama kali kenal dengan dia waktu di acara ulang tahun Ronald (21 Agustus 2002). Dia cantik dan terlihat begitu dewasa. Bertemu dia kedua kali ketika ada "seseorang" datang ke rumahnya dan mengajaknya jalan, namun dia menolaknya dengan cara yang sangat "kasar" (menurutku), yaitu dengan memanggil teman-temannya datang ke rumahnya, sedangkan dia sendiri bersembunyi di kamarnya. Pertemuan ketiga terjadi di rumahnya, yaitu ketika dia merayakan ultahnya ke-17. Hari itu dia memakai gaun berwarna biru yang sangat cantik dan memainkan piano di rumahnya. Kok bisa jadian yah? Kalau dirunut balik, ternyata biang keroknya adalah Ronald yang mencomblangi kami berdua, hehehe. Yah, putusnya karena aku menggantung hubungan itu, tentu saja aku punya alasan pribadi yang tak semua orang keberi tahu.
Aku masih mengingat kata-kata Ibumu
- Nona F (21 Februari 1987, FK UKI), miss perfect. Kenapa dibilang perfect? Menurutku hampir tidak ada nilai minusnya. Dia cantik, pinter, punya pergaulan luas, postur tubuh sangat sensual, secara materi pun tidak kekurangan sama sekali. Dia lah salah satu faktor kunci penentu keberhasilanku di UM-UGM 2004. Kepergiannya ke Jakarta mengilhami aku untuk mengejarnya dan mengungkapkan isi hatiku, cuma aku berpikir untuk lebih serius mengejar SPMB 2004 dan melupakannya. Yah, rasa itu pun akhirnya dikubur dalam-dalam. Terakhir kali bertemu tanggal 29 Januari 2007, dan memang, dia tak berubah. Dia lah miss perfect.
Kalau aku diberi kesempatan lagi bertemu denganmu, akan kukatakan isi hatiku yang dulu pernah kukubur
- Nona R (8 Agustus 1990, FK Maranatha), nona "harapanku saat itu". Berawal dari kedekatanku dengan kakaknya, aku memberanikan diri untuk berkenalan dengannya. Sebenarnya aku pun tidak sempat mengenalnya lebih lanjut karena sesuatu hal yang terjadi terkait dengan kakaknya di tahun 2007 menyebabkan dia marah besar kepadaku. Memang aku mulai punya rasa dengannya saat itu, namun karena aku memang lebih lama kenal dan dekat dengan kakaknya, sudah pasti aku lebih memihak ke kakaknya daripada dia. Bagiku, persahabatan jauh lebih berharga daripada "cinta semu".
Kuharap kau tak melupakan dinginnya salju kala itu
- Nona I (19 Januari 1985, Mark LSPR), cuma TTM. Nona yang satu ini sangat gaul dan cantik. Dia kuliah di London School of Public Relation jurusan Marketing. Mulai kenal dia di awal masa KP dan diakhiri di akhir masa KP pula. Terlalu cepat menjadi dekat, terlalu cepat menjadi akrab, dan terlalu cepat menjadi "mesum". Kisah itu diawali dengan manis namun ditutup dengan pahitnya caci maki. Terlalu banyak topeng yang dikenakannya membuatku sadar bahwa aku cuma pelarian...
Sebenarnya saat itu aku ingin menyelesaikan perkara ini tanpa ada yang disakiti
Setelah semua peristiwa itu, tidak pernah terjadi kisah cinta lagi sampai saat tulisan di blog ini diciptakan. Mudah-mudahan masih akan ada setidaknya 1 kisah cinta terakhir di hari esok.
Bagaimana kisah cintamu?
Ditulis oleh Wijoyo Simanjuntak pukul 00:00 32 orang memberi komentar
Label: family, hidup, me and myself