Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

meracau

20 January 2013

Day 23rd of Januari 2010, it has been exactly 1 month...no call, just a woman with the same words, again and again. Several meteor shower passed without any hope, even a rainbow still can't give me any colour.

Maaf untuk semuanya, sepertinya masa restorasi akan berlangsung lebih lama. Seharusnya...seharusnya...

Aacchhhh, darah mengalir lagi dari luka di tempat yang sama. Apakah karena terlalu cepat untuk mencoba berlari dengan jahitan yang masih basah. Dan sepertinya kali ini harus mengalami dioperasi.

Naturlich, ich verstehe nicht! Ich habe...ich habe...ich habe...

ABER?

udah ga tau lagi...when i have to make a complex decisions for many problems, i am alone, dumped in the lowest dark place.

jika karma itu tidak ada, katakan padaku! jika karma itu ada, katakan padanya! or, am i trapped in a circle of KARMA? saleleng on, nungga martangiang do ahu to Debata Jahowa i, hape ndang adong na hubege.

Hari ke 86 aku menjadi robot di tempat banyak orang memakai seragam. It feels like loosing sense of everything. Just work...datang jam 7 malam, pulang jam 4 sore. always with two opened eyes

aku mencintaimu
kau mempermainkanku
apa salahku?

AMIN

ni ingkai ai wo

Sebuah lagu untukmu

19 October 2012

Kunyanyikan sebuah lagu untukmu...tetaplah mengingatnya...

I made a song for you, my friend
I made a song that I will sing for you
Filling my life with many beautiful lights
And a thousand melodies
You are my paradise

I made a song for you, my dream
I made a song that I will sing for you, my friend
Falling in love with every part of your life
Until the end of time
I love you more
than my life

I wanna know you more
When you call me an angel
When you closely look into my eyes

Even though my love for you may fade away
I wanna give you more than words ever say
Cause I believe in you
And my song will fill the air when we’re apart

Even though my love for you may fade away
I wanna let my words be true to the end of time
Cause I believe you’ll never forget
and I won’t forget the song in my heart

Every time when I was down
You always came around
And you love all the lights in my life

I am gonna sing forever
I am gonna sing forever

Close your eyes
I wanna give you more than words ever said
Cause I believe in you
And my song will fill the air when we’re apart

Even though my love for you may fade away
I wanna let my words be true to the end of time
Cause I believe you’ll never forget
And I won’t forget this song in my heart

I wanna sing for you my friend
I wanna sing for you with all my heart
I wanna sing for you my dream
I wanna sing for you my..

Anger and Decission

06 June 2010

Lama sudah tak menuangkan ide pikiran dalam blog ini. Sebenarnya ada banyak hal yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, namun ada beberapa hal yang paling berkesan. Pertemuan, membuat keputusan, mengambil langkah masa depan, melihat kekerasan terjadi...dan semua itu meninggalkan jejak penuh warna. Semua warna cerah, dan termasuk hitam di dalamnya.

Malam itu aku teringat akan nasehat almarhum ayahku, "kalah jadi abu, menang jadi arang". Ah, selama ini aku belajar untuk menahan amarah agar tidak pernah menjadi kekerasan. Namun apa dikata, masih dalam tahap membelajarkan diri untuk lebih rendah hati dan menerima keadaan, sehingga malam itu aku ingin menghajar seorang pengendara sepeda motor. Walaupun tidak sampai terjadi, namun emosiku sudah meluap saat itu. Aaargh...jangan lagi lah, aku sudah melihat bagaimana perebutan anak mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga dan berujung kepada jalur hukum. Benar-benar kalah jadi abu, menang jadi arang.

Tentang membuat keputusan, akhirnya dengan bulat tekad aku menghapus seluruh kenangan lama and take a decission to have a new relationship. Aku juga akhirnya mengubah keputusan lamaku yaitu melanjut kuliah ke jerman menjadi bekerja di sebuah badan usaha milik negara. Walaupun atas desakan orang tua dan keluarga juga, tapi amanah tetap akan dijalankan dengan tanggung jawab tanpa ada kata "menyesal" di kemudian hari. Memang di dalam transformasi tahap kedua ini, terlalu sulit rasanya mengambil keputusan yang terbaik, namun semuanya sudah mempertimbangkan resource yang ada saat ini, harapan keluarga, kemungkinan berubah dan resiko-resiko yang mungkin terjadi di masa depan. Aku berharap, sebuah kalimat yang kutuliskan sekitar 7 tahun lalu di binderku bisa menjadi nyata di tempat kerja yang kupilih ini.

Dr. Wijoyo Batara Frans Simanjuntak, ST, MBA
Dirut PT. PLN (persero)
Dosen ITB

Note:

  • ST bukan Sintua tapi Sarjana Teknik
  • MBA bukan Married By Accident tapi Master of Business Administration

Walaupun masih jauh di depan dan banyak hal yang mungkin terjadi, tapi mari kita amin kan dulu lah. Hehehe. In God we trust. GBU

Mencintaimu Sepanjang Hidupku

13 October 2009

Aku mendaki sebuah gunung yang besar dan tinggi
Dengan bertelanjang kaki
Tapi aku tak merasa letih
Menuju puncak dengan hati yang merintih

Cintaku ku pikir seluas angkasa biru
Cintaku ku kira sedalam lautan itu
Cintaku ku pikir setinggi gunung
Tapi ternyata cintaku lebih dari itu

Ku pikir rinduku secerah langit biru
Ku pikir rinduku sedalam samudera itu
Ku pikir rinduku setinggi awan itu
Tapi ternyata rinduku lebih dari itu

Yang ku tau pasti selama ini
Ku mencintaimu dan merindukanmu
Tanpa ada ukuran yang pasti
Tapi ku lakukan itu sepanjang hidupku
Tak kan berhenti hingga di surga nanti

Langkah di Persimpangan

26 August 2009

memang sulit jika sedang ada di persimpangan..
bersalah untuk melangkah ke depan tapi juga berat untuk melangkah ke belakang..
apa yang bisa kita lakukan sekarang memang hanya mengikuti arus yang ada..
bukan karena kita ingin.. tapi memang cuma itu yang bisa dilakukan..
disini kita cuma tidak diberi izin untuk mengungkapkannya..

jangan menantang..
jangan tetap keras..
jangan bertahan untuk menangkat kepala..
percaya.. kita tak akan sanggup

jika dia bukan jawabannya.. dia akan perlahan-lahan menghilang..
dan saat itu kita akan jatuh dan terbungkuk..

hingga masih bisa aku meraih dirinya.. pasti akan kuraih..
sebisa mungkin akan kuraih

andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku
hingga membuat kau percaya
akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku
selamanya.. selamanya...

100 hari cinta

12 August 2009


Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan
apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku.”

Peter: “kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita
berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.” (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? permainan apaan?”
Tina: “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadipacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?”

Peter: “baiklah… lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa
bulan ke depan.”

Tina: “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… semangat dong! hari ini
akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”

Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi
maen deh. katanya film itu bagus”

Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya…ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.”

Peter : “Boleh juga…”
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang
sahabat Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter.
Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya.
Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.
Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan
bintang dalam pelukannya.
Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu
dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang
langit, dan melihat bintang jatuh.
Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter.
Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul
dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter
terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup
lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.
Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal.
Sang peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”
kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.
Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain.
Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan
tangan,merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah
lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan
sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: “Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. “
Peter: “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja.
Kamu mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota
hari ini. Sebentar ya”
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan
itu adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik.
Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput.
Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.”
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat
tetapi terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang
sangat dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter…
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah
99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
Tina, Aku sayang kamu…!”

Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…

PS:
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.

kebohongan-kebohongan itu

05 August 2009

Apakah anda pernah berbohong? Bagaimana perasaan anda ketika anda berbohong? Atau, bagaimana perasaan anda ketika anda dibohongi? Ketiga pertanyaan ini selalu melintas di benak saya selama 2 bulan belakangan ini.

Saya pernah berbohong, berbohong pada orang tua, saudara kandung, teman, bahkan pada diri sendiri. Perasaan saya ketika saya berbohong adalah takut dan ingin menutupi kebohongan tersebut. Sedangkan perasaan saya ketika dibohongi adalah kecewa dan marah, mungkin lebih tepatnya kecewa yang mendalam.

Sebenarnya kebohongan tidak akan perlu terjadi apabila ada kedekatan antara pelaku kebohongan dengan objek yang dibohongi, karena setiap pengakuan akan ditanggapi dengan lebih cermat. Sama seperti kita melakukan dosa, kita harus mengakuinya kepada Tuhan. Jika tidak, berarti kita melakukan kebohongan kepada Tuhan.

Dulu, saya pernah melakukan dua hal yang mirip. Suatu hari saya memecahkan sebuah piring, lalu segera saya bersihkan dan buang pecahannya di tempat sampah tanpa mengakui hal ini kepada ibu saya. Entah bagaimana caranya, ibu saya mengetahui hal tersebut dan menanyakannya kepada saya. Namun saya menyangkalnya, sehingga Ibu marah kepada saya. Ibu tahu tentang hal ini dari adik saya dan tentu saja ingin menguji kejujuran saya. Lain halnya dengan ketika saya memecahkan vas bunga di halaman rumah. Saat itu saya segera menemui ibu saya dan mengakui kelalaian saya dan ternyata ibu cuma berkata "kamu ga luka kan? ya sudah, ambil sapu dari dalam rumah dan bersihkan pecahannya".

Ada perbedaan diantara kedua kejadian tersebut. Antara sebuah kesalahan dilanjutkan dengan pengakuan dibandingkan dengan kesalahan yang dilanjutkan dengan kebohongan. Yang jelas, keduanya antara objek yang sama, saya dan ibu saya. Kondisinya adalah, ibu saya mencintai saya. Perbedaannya adalah efek dari pengakuan/kebohongan. Pengakuan memberi efek positif, sedangkan kebohongan memberikan hasil sebaliknya.

Sekitar 2 bulan yang lalu, saya juga dibohongi oleh seorang yang sangat-sangat-sangat saya sayangi. Saya mengasihi dia setulus hati dan saya berharap banyak pada hubungan kami pada saat itu. Kebohongan itu memberikan dampak yang luar biasa negatif kepada diri saya, dan seharusnya tidak seperti itu apabila dari awal "kejadian" sudah dikomunikasikan dengan baik.

Sebenarnya dari awal mula terjadinya hal tersebut, saya sudah menyadari adanya perbedaan psikologi dalam dirinya. Mulai dari ogah-ogahan mengangkat telepon, jarang membalas sms, tidak perhatian seperti dulu, dan hal-hal aneh lainnya. Sampai kebohongan itu terbongkar, dan pengakuan tetap tidak terucap dengan lugas. Tidak hanya itu, setelah itu pun dia tidak bisa dihubungi lagi. Dan benar, saya merasa ditinggalkan sendiri. Dia bebas tertawa dan bersenang-senang dengan teman-teman dan "teman"nya, sedangkan aku meratapi nasib akibat kekacauan semesta. Memang, kekacauan semesta adalah tanggung jawabku sebagai penguasa semesta alam pikiranku.

Mari kita berandai-andai. Seandainya dia mengungkapkan permasalahan itu dari awal (seperti yang kukatakan/kusms ke dia tgl 15 Mei lalu), mungkin hal ini tidak perlu terjadi. Seandainya tanggal 6 Juni aku tidak menelponnya, mungkin aku tidak perlu mendengar suara "teman"nya itu. Seandainya tanggal 10 juni aku tidak membuka emailnya, mungkin aku tidak perlu melihat foto mereka. Seandainya tanggal 12 juni aku tidak menghidupkan ponsel, mungkin aku tidak perlu mengecewakan kedua orangtuaku. Seandainya 29 oktober tahun lalu aku tidak menelponnya dan tidak membalas smsnya, mungkin aku masih bla-bla-bla. Sendainya tahun 2004 lalu aku tidak memintanya menungguku, mungkin aku akan...............STOP! terlalu banyak berandai-andai. Satu yang pasti, aku masih menyayanginya sampai saat ini.

Satu kalimat penutup pembicaraan kami 17 Juli yang lalu, "Kalau dirimu sudah selesai bermain-main, kembalilah padaku ya, Dek"

Berat rasanya memaafkan, tapi Tuhan telah lebih dahulu memaafkan semua kesalahanku.
Aku memaafkanmu dan setia menantimu di sini.

with whom you will get married? describe her....

30 July 2009

hmm...actually I don't know with whom I will get married right now, coz I'm not the GOD...

but for me, Now I do love a girl who has been aparted with me for 4 years...wow such a long time

telling you a little about her, I've first met her when I was 3rd year in high school, while she was 1st year in high school...we were not in the same, I was in SMAN 1 and she was in SMAN 5...but, God made us met by joining the same choir...the youth choir in our church...

she is very beautiful, and at that time, we were the youngest teens who joined in. there are a lot of seniors who did approachment to her, and some of them told their feelings to her...well, I didn't have any braveness to do the same thing, because I realized that I don't have any strengthness against them...

sometime, I came to her home, just to say hello and talk bla bla bla...sometime I came to her home, brought some few years SPMB questions and taught her a little...sometime I came to her home in an early morning, just to wake her up and ask her to jog with me...BUT, I'VE NEVER TOLD HER MY FEELING

until the day I had to go to Bandung (coz I decided to choose ITB as my next study place), I came to her home, met her, and told her, "xxx, now I've to go to Bandung, would you wait for me until I go back to Medan?"...and you know what? I was too shy to hear her answer, and left her without answering anything...

day after day, time past away...I do my daily activities as a college student...sometime I remember her and send her some spiritful message, sometime I call her for a while...but I don't give any certainty...

well actually for your information, both of our parents has known each other, even my mother always praise her when we have a talk in phone...my mom always told me, "why don't you make an approchment to her? she is beauty, she is smart, she is good at dance, she actives at christianity activities, and bla bla bla", but I always answer her, "mom, I'm not a good enough person to her..., but beleive me, when the time comes, she will be my bride"...................WOW, UNBELEIVABLE THAT I COULD TELL THAT.......

dear fellas, about two months ago, after such a long time, unexpectedly she send me a message that recall me about my promise, "Bang Joyo, do you still remember that you've told me to wait for you? Do I need to wait for you again?". Hmm....I thought twice, what should I told her...and I decided not to reply her message but to call her and talk directly. I told her..."please wait for me, I'll finish my undergraduate study as soon as possible. We used to seem like a boy and his little sister, but later I would like to be one who closer to you than ever..."

do you get the point? i hope so...well, eventhough we have been aparted for more than four years, but we still remember what that us promised before...

and now, I always wait for coming home again...yeah...20 December 2008, I'll go back to medan, meet her, and tell her my feelings...

BUT, I'LL LEAVE HER WITHOUT ANSWERING MY QUESTION AGAIN, SO THAT SHE'LL WAIT FOR ME AGAIN....

sweetie, please wait for me again

Tulisan ini saya tulis pada 9 Dec 2008, 08:40 PM di rileks.comlabs.itb.ac.id
Intinya tetap di kalimat pertama "hmm...actually I don't know with whom I will get married right now, coz I'm not the GOD..."

Ketika Matahari Hitam

28 July 2009



Pernahkah anda melihat matahari hitam (boleh anda artikan juga sebagai gerhana matahari)? Apa yang anda rasakan? Mungkin sebagian terkesan, ada juga yang cemas, namun tetap ada yang sangat menunggu-nunggu terjadinya hal ini. Jujur saya sendiri merasa sedikit takut, bukan hanya takut merusak mata, tapi juga takut akan terjadinya hal-hal yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pasti. Walaupun begitu sebagai seorang pecinta kejadian-kejadian astronomi, saya juga menanti-nanti terjadinya hal ini.

Berapa menit? Paling 3 sampai 6 menit...memang prosesi awalnya bisa memakan waktu berjam-jam dan melalui banyak tempat dan juga dilihat oleh banyak orang. Let's say 5 minutes, tetap saja menjadi 5 menit yang mendebarkan.

Cut the solar eclipse story! Sebenarnya yang mau saya ceritain adalah tentang ketika anda sementara waktu kehilangan cahaya (mungkin cahaya yang paling penting dalam hidup anda). Apa yang anda lakukan selagi menunggu cahaya itu kembali bersinar? Berdiri tegak penuh pengharapan, bersembunyi di dalam ruangan terang, atau menyesali diri sendiri...hahaha, ketiganya pernah kulakukan saat sinar itu berubah menjadi hitam. Ketiganya telah dicoba dengan rentang waktu yang sama, namun tidak memberikan kepuasan. Kepuasan itu datang hanya ketika matahari yang sama bersinar lagi, setidaknya sampai saat ini saya masih berpikir seperti ini.

Lalu bagaimana seandainya matahari itu tidak bersinar lagi? Akankah ada matahari lain yang menggantikannya...

oh, demi Alfa-centaur dan Betelguese...seandainya matahari itu bersinar terang lagi, apakah aku harus memaafkannya?
oh, demi Lyra dan Bellatrix...seandainya matahari itu menjadi bintang mati, apakah aku harus melemparkannya ke galaksi tak berpenghuni?
oh, demi Vega dan Auriga...apakah aku harus mencari matahari yang lain?


Hmm, sepertinya 5 menit ini berlangsung sangat lama. Kutunggu dirimu, matahariku, cahaya hatiku dan bunga mawarku.

aku dan kematianku

26 June 2009


Berat rasanya melepas kepergian seseorang, apalagi ketika jiwa kita sendiri yang harus pergi dari raga ini. Sebuah perasaan yang masih hangat dalam pikiranku. Ya! Aku telah mati. Aku baru saja dibunuh. Pembunuh itu begitu kejam...dia mencabut separuh nafasku...membuat separuh darahku mengalir di tanah...separuh dagingku hancur...bahkan separuh cita-cita dan harapanku berlalu dari hadapanku.

Sempat seketika waktu, tak ada kebahagiaan di mataku. Seketika waktu lain, tak ada masa depan. Waktu itu benar-benar menjadikan seorang 'Aku' menjadi pesimis. 'Aku', yang ditinggalkan dengan luka menembus sumsum dan merobek otot jantung, luka yang disebabkan oleh duri setangkai mawar.

Mawar itu, mawar yang di dalam anganku berwarna putih, ternyata penuh duri dan racun. Kebutaanku membuatku tidak sadar bahwa di dalam kelopak hijau itu terdapat mawar hitam, dan bukan mawar putih. Aku, andai aku masih hidup, masih bisa mengubah hitamnya mahkotanya menjadi putih.

Ya, aku telah mati. Sekarang hanyalah 'Wijoyo the Fake', seorang laki-laki dewasa yang bersembunyi di balik sepasang kaca mata. Dia sedang mengumpulkan serpihan-serpihan kertas yang masih bisa dipergunakan untuk menuliskan catatan sejarah seorang 'Aku'.

Fyodor Ivanov a.k.a Wijoyo the Fake

KUTA 25032007

25 March 2009

Enam tahun terlupa dari angan
Matahari pembuka pagi menciptakan angan jauh ke masa depan
Cipta angan cerita cinta
Cinta tulus suci dengan pertumpahan darah
Hanya angan seorang anak 14 tahun
Tak dapat bicara, tak dapat dipercaya

Enam tahun terlupa dari angan
Apa yang kulakukan?
Menatap matahari aku tak mampu
Hanya berani ketika bumi tertutup bayang bulan
Sebuah kepalsuan tetap kepalsuan
Tak dapat bicara, tak dapat dipercaya


Satu hari, kumelihat sepasang merpati terbang rendah
Terbang di pantai Kuta
Terbang menantang angin yang bertiup kencang
Terbang keluar dari kawanannya
Apa itu salah?
Jangan salahkan mereka
Jangan patahkan sayap mereka
Jangan biarkan angan tentang cinta dan pertumpahan darah

Pasir putih ini, pasir pantai Kuta
Bisu tapi punya banyak cerita
Cerita berbeda tentang merpati-merpati yang membawa kasih


Aku belajar dari merpati
Bertahan dari angin yang bertiup kencang
Menghapus kepalsuan dari dalam diri
Mencoba berdiri tegar dan menatap matahari

Enam tahun terlupa dari angan
Matahari pembuka pagi menciptakan angan jauh ke masa depan
Cipta angan cerita cinta
Cinta abadi tanpa pertumpahan darah
Angan pemuda 20 tahun
Dia dewasa, dia berbicara, dia dipercaya

Wijoyo Batara Frans Simanjuntak
Maret 2007
still in a FAKE

Marriage Vows

16 March 2009

In the Name of God, I take you, to be my wife/husband,
To have and to hold from this day forward,
For better for worse,
For richer for poorer,
In sickness and in health,
To love and to cherish,
Until we are parted by death.
This is my solemn vow.


» Click to show Spoiler - click again to hide... «



Hmm...it's long way to go finding the right woman and make it sure that she is the only one whom I have to tell this vow to...

Is that you?

pencarian arti cinta

17 November 2008

cinta...
berlabuh kau di hati
tak tau mengapa kau memilihku

tak ada manusia yang peduli
kala cinta meninggalkan aku
atau aku yang terlalu menyia-nyiakannya

indah cinta adakah hanya dibibir?
atau tak mampu hatiku tuk menerimamu

berlari ku keujung pengharapan
mencari dimana keindahan cinta
mencari kebahaagiaan cinta yang diucap dunia

lelah kakiku melangkah
tak kutemukan apa itu keindahan yang kau janjikan
lelah hatiku mengharap
sebuah mimpi indah dalam genggaman cinta

cinta 
jika memang kau membawa kebahagiaan
tunjukkan dan berikan aku keindahan yang kau janjikan pada semua manusia
keindahan yang kau suguhkan pada dunia
sehingga terucap oleh semua makhluk akan keindahanmu

cinta......
kuharapkan arti kehadiranmu

Gombal

20 October 2008

1. Kamu tahu ga apa yang lagi aku lakukan sekarang

memikirkan kamu

2. Tiap malam aku pasti jalan-jalan, ya sekitar jam 9. Kamu tahu ga dimana?

di dalam hatimu

3. Tahu ga kenapa aku suka kamu?

karena itu kamu

4. Aduh tadi pagi mataku sakit banget

kata dokternya, dimataku ada kamu

5. Kamu pasti sedih kalau umurmu bertambah dan jadi kelihatan tua

tapi semakin lama aku perhatikan kamu, kamu tambah menarik

6. Jika ada 100 orang yang sayang sama kamu di dunia ini

pasti aku ada di antara mereka

jika ada 10 orang yang sayang sama kamu di dunia ini

aku pasti masih ada diantara salah satunya

jika sudah tidak ada yang sayang sama kamu di dunia ini

berarti aku telah tiada karena tidak bisa memilikimu

7. Aku tahu waktu kamu lahir dulu pasti hujan deras banget

langit menangis karena satu-satunya bidadari langit turun ke bumi

8. Aku habis beli HP baru lagi

hapeku rusak setelah menerima sms dari kamu yang beri tahu kamu lagi jalan dengan cowo lain

9. Tahu ga benda apa yang paling mahal & berharga di dunia ini buat aku?

cintamu

10. Dari dulu aku ga percaya sama yang namanya love at the first sight

sampai aku melihat kamu

11. Kalau bisa, pelangi bakal aku turunin terus kutuliskan nama kamu disitu

biar semua orang mahluk tahu bahwa hidup menjadi jadi berwarna karena kamu

12. Mungkin kamu bukan apa-apa bagi dunia ini

tapi untukku, kamu adalah dunia

13. Kamu tahu ga kenapa gula itu rasanya manis

gara-gara kamu sering main ke kebun tebu

14. Hatiku tanpa hatimu seperti puisi tak bersyair
cintaku tanpa cintamu seperti tinta tak berpena
walaupun dirimu bukan untuk diriku
hatiku hanyalah untukmu

Selamat ulang tahun...

13 October 2008

Selamat Ulang Tahun

23 July 2008

21 Juli yang lalu, tepatnya jam 23.00 WIB...alarm di HPku berbunyi. Di layarnya tertulis, "Ultah Bapak". Wah, sebentar lagi ayahku ultah niy...Langsung aja kutelpon ke hp mamaku, dan sampai 8 kali ditelpon ga diangkat-angkat. Kutelpon ke rumah, jaringan error. Kutelpon ke hp bapak, ternyata ga aktif. Kutelpon ke hp kakak, eh ga diangkat juga. Kuhubungi terus semalaman itu, sampe jam 1 pagi, tetap aja ga bisa masuk...ya udah, tidur lagi ajah. Tadinya pengen ngucapin met ultah buat ayahku tepat tengah malam, cie cie...

Paginya, aku bangun jam 5 pagi. Kutelpon lagi ke hp mama, sama aja ga diangkat. Semua nomer tadi kutelpon lagi, ternyata sama aja...kok sulit banget yah utk mengucapkan selamat ulang taun ajah...

Kadang aku berpikir, "Untuk orang-orang yang belum tentu menjadi pendamping hidup ajah, aku mau bela-belain nelpon tengah malam just say -Met Ultah-" dan kalimat itu pun belum tentu ditanggapi serius dan penuh makna oleh 'mereka'. Makanya sudah selayaknya aku harus bela-belain ngucapin 'met ultah' langsung ke ayahku, yang secara de facto "di dalam darahku mengalir darahnya". Biarin lah orang-orang bilang, "Iiiih, Joyo ternyata anak Papi/Mami" terserah deh, daripada kamu, "anak tetangga" hahahaha...

Yah, pada akhirnya jam 9 pagi dapet telpon dari mama, dan ternyata ayahku dah berangkat kerja. Yah...ga bisa ngucapin secara langsung, jadi pengen nangis niy. Padahal sekitar 2 tahun lalu, aku pernah berjanji Juli 2009 akan sudah lulus S2 dari T.Informatika ITB sebagai kado ultahnya yang ke-60, padahal nyatanya sekarang aja belum lulus S1...(mau minta maaf soal ini juga siy rencananya)

Sebagai cerita, bapakku itu kombinasi dari Jenius, Religius, Sabar, Berwibawa, Teratur, Romantis dan Tenang. Sewaktu masih di Medan, dia selalu mengantar kami pergi ke sekolah, lalu sambil nyetir mobil, dia selalu memberi nasehat kepada kami. Trus klo malam, dia selalu memimpin kebaktian keluarga di rumah. Sewaktu muda, dia sangat pekerja keras, lulusan terbaik dari SMA 4 Medan di masanya, menjadi kepala kantor BAPPEDA bahkan sebelum lulus kuliah, trus dapet istri 'seleb' yang paling cantik+pinter dari T.Industri USU, punya karir yang terus menanjak, apalagi punya anak-anak yang baik-baik dan pinter-pinter kyk kami, hehehe.....gileee cuy, kalian pasti ngiri kan?

Sayang...22 Juli itu aku terlalu sibuk, sehingga lupa menelponnya lagi. Hari ultah ke-59 bapakku terlepas tanpa ucapan 'met ultah'. 23 Juli pun kutelpon, ternyata udah berangkat ngantor...ya udah deh, kuucapkan dari blog aja yah :)

Met Ultah Ke-59 buat bapakku, Sodugaon Simanjuntak. Semoga bapak selalu diberkati Tuhan Yesus, sehat selalu dan panjang umur...Tunggu aku menjadi penerusmu...

Penyakit Cinta

16 July 2008


Akhir-akhir ini banyak terjadi penyakit-penyakit cinta yah...seperti kejadian seorang teman blogger yang ditinggal cewenya karena nikah...atau seorang sahabat yang sedang berpikir keras untuk putus dengan pacar pertamanya...atau beberapa orang yang selalu berharap bisa memiliki pacar. Pokoknya aneh-aneh lah...

Namun, sebagai dokter cinta, saya sudah mengidentifikasi beberapa jenis penyakit cinta.

  • SARS Sakit Akibat Rasa Suka, penyakit ini dilanda orang-orang yang memiliki cinta terlarang, bisa karena keluarga, sahabat, lingkungan, agama atau paksaan tertentu.
  • TBC Tekanan Batin Cinta, penyakit ini dilanda orang-orang yang sedang berpacaran namun memiliki ketidakharmonisan dalam hubungan mereka. Bentuknya bisa seperti perkataan-perkataan kasar, sikap acuh tak acuh, kecemburuan berlebih, tekanan (tuntutan) orang tua dan lingkungan dll.
  • HIV Hanya Impian Velaka, agak diplesetin siy (namun tujuannya mulia, hehehe maksa abiezzz). Penyakit ini terjadi akibat ketidakberanian seseorang dalam mengutarakan cinta, mungkin disebabkan prejudgement dari diri sendiri bahwa "hal itu" (baca: jadian) tidak mungkin terjadi, jadi silahkan buat kuburan untuk diri anda sendiri.
  • AIDS Akibat Impian Dipendam Setahun, penyakit yang satu ini disebabkan karena terlalu menunggu-nunggu saat yang tepat untuk mengutarakan "perasaan" itu. Selalu saja ada alasan, "wah saat ini dia sedang labil", "mungkin akan lebih baik diutarakan saat ...." atau "aku masih harus mencari inspirasi untuk mengungkapkannya"
  • PMS Pedihnya Menanti Sentuhanmu, penyakit yang satu ini sangat umum dirasakan pasangan-pasangan yang melakukan hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship). Kecenderungannya bahkan bisa jadi selingkuh atau bahkan putus....jangan sampai deh...
  • SAKAW Sakit Karena Engkaw, kebanyakan terjadi akibat pacar yang ringan tangan (baca: suka memukul). Lebih baik hubungan seperti ini jangan diteruskan, soalnya sebagian besar berakhir kepada kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
  • KOLERA Kok LoE ngga ngeRasa sih? Penyakit yang paling umum menjangkiti wanita yang disebabkan dua hal. Pertama, si cewe tidak berani mengungkapkan perasaannya ke cowonya. Kedua, si cowo tidak paham lampu hijau yang sudah diberikan si cewe. Lalu siapa yang salah?
  • FLU Feeling Lonely Uhhh. Pernah baca "Kontak Jodoh - KOMPAS"? Nah, mereka-mereka ini adalah beberapa contoh pasien berpenyakit FLU. Sudah terlalu lama menjomblo (bahkan memperoleh status 'ga laku'). Pasien lain yang termasuk terjangkit penyakit ini adalah orang-orang menjomblo sampai belasan tahun (mungkin-mungkin dari lahir sampai lulus kuliah tidak pernah pacaran, hehehe)
  • DIARE Ditunggu tapi gak Ada REspon. Penyakit yang disebabkan kegagalan komunikasi ine lebih cenderung terjadi akibat faktor "ego" yang dimiliki si cowo dan si cewe, saling menunggu lawan bicara untuk memulai kata maaf duluan, dan akhirnya masalah yang ada semakin runyam. Ada baiknya setiap masalah langsung dibicarakan sesaat setelah suasana hati mereda.
Marilah berkaca kepada kepada sebuah lagu berjudul "Jomblo" ciptaan Saykoji agar dapat secercah ilham untuk mengobati penyakit-penyakit tadi (mungkin yang sudah memasuki tahap kronis atau sekedar akut)

Sepertinya saya pernah mengalami satu atau dua penyakit di atas. Bagaimana dengan Anda?

Perjuangan Melawan Ganasnya Kanker Darah

24 June 2008

Sebuah kisah mengenang almarhum Kristanti, kakakku tercinta yang melawan ganasnya kanker darah.

Dia
Dibalik gaun putih bersinarnya
Ada tubuh yang tak berdaya melawan sakit
Juga inspirasi untuk tetap bertahan

Penggalan sejarah itu diawali tanggal 13 Juni 1998. Kebahagiaan di saat semua anak sekolah menerima laporan hasil belajar. Ya, kami berlima (Kristanta, Kristanti, aku, Theresia dan Agustina) menerima hasil yang sangat memuaskan. Memang hanya aku yang tidak juara 1, hahaha tapi itu bukan masalah. Kuhitung-hitung berapa uang yang akan kuterima, horeee! 50 ribu rupiah akan mengalir ke tabunganku karena 8 buah angka 8 (8x5rb) dan sebuah angka 9 (1x10rb), memang jauh dari yang diterima kedua kakak kembarku, tapi uang 50 ribu sudah sangat besar untuk ukuran anak SD kelas 6. Malam itu ditutup dengan makan malam keluarga. Yupe, makan di restoran "3M" di jalan HM Joni lalu pulang dan tidur.

Aku terbangun jam 4 pagi, kudengar suara berisik Papa dan Mamaku. Kutahu mereka sedang mencemaskan K' Tanti (begitu kusebut namanya) yang demam tinggi dan bengkak-bengkak. Papa menyuruhku membuka garasi dan gerbang, dan dengan tangkas kulakukan. 15 menit setelah kuterbangun tadi, Papa, Mama dan K'Tanti telah meluncur dengan sedan "Timor S515" B 2550 YE ke arah rumah dokter Simanjuntak di jalan HM Joni (tepat di sebelah rumah temanku Martinus). Sayang, dokter itu tidak mau bangun dan menerima kakakku.

Dengan langkah seribu, Papaku segera mengarahkan kemudi ke RS Pirngadi Medan untuk memperoleh penanganan. Ya, itu rumah sakit pemerintah. Segera masuk ruangan penanganan darurat, namun segera ditransfer ke ruang rawat inap. Tes darah dilakukan, dokter umum pun mengambil kesimpulan "Demam berdarah", suatu kesalahan diagnosa yang bisa saja membawa maut. Kubaca hasil tes darah yang tak kumengerti itu, terlintas di pikiranku, "kanker darah", namun tak kukatakan, karena aku tak yakin bahwa aku memiliki kemampuan dalam membaca penyakit seseorang.

Tidak percaya dengan kata dokter umum, hasil laboratorium dibawa ke Dr. Gerhard Panjaitan, SpBOnk (kakek dari mamaku) untuk diminta opini kedokteran. Kesimpulan sementara, "kanker darah", namun dia tidak percaya dan menyarankan meminta opini kedokteran kepada teman sejawatnya, Dr. Gino Tan, Phd, SpPK (seorang ahli darah, yang kata beliau terbaik kedua di Singapura). Hanya dalam hitungan jam, ditarik diagnosa, "kanker darah stadium 2, tipe ALL/Acute Lymphoblastic Leukemia".

Hasil diagnosa itu dirahasiakan kepadaku. Papa dan Mama hanya memberitahu K'Tanta, saudara kembarnya. Tapi aku bisa merasakan ada yang ganjil, ketika Papa dan Mama berdoa sambil menangis di kamarnya. Keyakinanku tetap, kutanya kepada K'Tanta dan dia pun mengiyakan. Aku berdoa agar Tuhan membukakan jalan keluar atas permasalahan ini, keyakinan seorang anak kecil yang baru berumur 11 tahun.
Senyumnya begitu manis
Seakan tak ada ketakutan membelitnya
Ratusan bahkan ribuan tusukan jarum
Mungkin akan menghujam kulitnya

Sebagai seorang pasien yang memiliki hak mengetahui hasil diagnosa, dia bertahan dan tetap tegar, bahkan di depanku dia mengatakan, "Mama, Papa jangan menangis". Pembicaraan medis dilanjutkan antara Papa, Mama dan dokter dari RSPM. Namun segera setelah berbicara, K'Tanti dipindahkan ke RSU. Herna (tempat kerja dr. Gino Tan). Kenapa begitu? Karena RSPM dan dokter-dokternya hanya ingin menggunakan kakakku sebagai "kelinci percobaan" dengan obat-obatan eksperimen. Lucu yah?

Perawatan segera dimulai, dia diposisikan di Ruangan Nuri II (tempat orang-orang dengan penyakit yang berhubungan dengan darah). Dokter mengatakan akan memberikan suntikan chemotherapy yang nantinya akan memuat rambutnya berguguran atau bahkan bisa membuat komplikasi dengan organ tubuh lainnya. Kami menaruh keyakinan atas usaha dr. Gino, itu pun dengan harapan hidup 70%, sebuah harapan yang sangat tinggi menurut kami. Tak perduli berapa mahal obat-obatan tersebut, Papa dan Mama akan selalu menyediakan yang terbaik buatnya. Satu bulan pertama adalah masa terberat, dimana pengobatan intensif dilakukan, waktu penjagaan yang 24 jam serta kontinu, pengeluaran yang sangat besar, sampai 5 juta rupiah perhari. Terpikir untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang dengan donor K'Tanta, kembarannya, namun itu terlalu beresiko.

Langkah chemotherapy mulai dilakukan. Zat kimia yang sangat reaktif itu sangat panas ketika bereaksi dengan sel-sel yang ada di dalam tubuh. Tak jarang dia mengatakan bahwa seluruh tubuhnya sangat panas, namun dia tak terkejut ketika rambutnya yang panjang berguguran serentak. Seluruh nilai dalam tes darah menurun sesuai dengan yang direncanakan dokter. Bayangkan ada seseorang yang masih mampu hidup dengan kadar haemoglobin 2,8 dan trombosit 14 ribu, serta nilai komponen-komponen darah lain yang tidak kutahu maknanya.
Darah itu begitu kental
Di dalam diriku dan dirinya
Mengalir darah yang sama

Sebelum ronde kedua dimulai, dokter mengisi kekuatannya lagi. Empat ampul darah dan dua belas ampul trombosit diperoleh dari PMI dengan harga yang sangat mahal, dimana PMI memperolehnya secara cuma-cuma dari sejumlah dermawan darah. Itu adalah saat dimana darah menjadi kebutuhan primer dan penentu keberlangsungan hidup seseorang.

Fungsi ekskresi dan sekresi terganggu akibat obat-obatan yang masuk ke tubuhnya. Bahkan pankreas dan ginjalnya sempat malfungsi, namun kekuatan bertambah dengan berlalunya hari. Masih kuingat, kala itu dia cuma makan 3 sendok nasi setelah puasa 8 jam, namun kadar gula darahnya langsung melonjak ke 630 yang membuatnya sangat lemas, bahkan hampir pingsan.

Liburan itu kuisi dengan menjaga kakakku tercinta. Memberinya makan, mengelap keringatnya, menyisir rambutnya yang hampir habis, bercanda bersamanya, membantunya berjalan ke kamar kecil, memeluk dan mencium keningnya menjadi keseharianku di kala siang. Kadang aku digantikan oleh K'Tanta, dan di kala malam, Papa dan Mamaku secara bergantian menjaganya. Tak ada yang memasak di rumah, semua makanan dibuatkan oleh nenek dan tanteku, rumah pun sepi.
Hidup akan terus berlanjut
Siang berganti malam
Hari berganti hari

Liburan usai, dan sendirian aku mendaftar ke SLTP N 3 Medan. Murah di sisi biaya dan dekat dari rumah. Tak lama berselang, K' Tanti boleh dirawat jalan. Ya, sudah dua bulan dia tidak pulang ke rumah. Kamarku, sebuah kamar berukuran 5x6 m dengan kamar mandi dalam, kuberikan untuknya. Segera kamar itu dibersihkan dan disterilisasi agar sesuai dengan kriteria tempat perawatannya. Makanannya diatur atas saran dokter dan seorang perawat profesional pun kami pekerjakan untuk mengawasinya.

Tak hanya melalui suntikan di pembuluh darah, setiap berulang dua minggu, sebuah jarum tebal berukuran sekitar 15 cm pasti akan menghujam ke tubuhnya. Jarum itu ditusukkan melalui sela-sela tulang belakang, diposisikan ke arah sumsum tulang belakang. Tak jarang proses itu harus diulang karena tidak menembus celah yang seharusnya. Bayangkan betapa sakitnya kala itu? Mungkin aku sebagai laki-laki tak akan mampu menghadapinya.

Dengan kondisi dan penyakit yang dideritanya, dia tidak memiliki waktu untuk sekolah. Namun dia menyempatkan diri untuk mengikuti Ebtanas kelas 3 SMP, dan menjadi seorang lulusan SLTP Santa Maria dengan NEM yang sangat tinggi. Dia juga mampu lulus masuk SMA Negeri 1 Medan (salah satu SMA favourit di kota Medan) dengan NEM yang dimilikinya, walaupun hanya sempat belajar sesaat di kelas 1.

Maju mundurnya perawatan terjadi sepengetahuan dan pengawasan dokter. Pernah terjadi, virus (aku lupa namanya) menyerangnya dan membuat bibir lidah dan rongga mulutnya luka-luka, namun dengan tangkas dr. Gino mampu mengobatinya. Kemajuan semakin terlihat dan harapan hidup semakin tinggi. Ada banyak mantan penyakit leukemia membagi cerita, dan ada banyak orang yang mendengar kesaksian suksesnya pengobatan ini dari Mama dan Papaku. Dengan hasil seperti ini, keyakinan bertambah, dan kami pun ke studio foto untuk foto keluarga di pertengahan tahun 2000.

Foto keluarga tahun 2000, 2 tahun sejak diagnosa
atas: Theresia, Papa, Mama, Wijoyo;
bawah: K'Tanta, K'Tanti, Agustina;


Cerita sukses itu berjalan sampai Oktober 2000 dimana obat yang biasa kami pesan datang terlambat. Bahkan sangat terlambat. Lebih dari satu bulan kami menunggu obat yang dibutuhkan. Terdengar isu bahwa hal ini terjadi karena hubungan yang sedang tidak baik antara Indonesia dan Amerika Serikat, sehingga produk-produk yang diimpor dari negara tersebut tertahan. Kalaulah berita ini benar, sangatlah ironis.

Sebulan kemudian, kondisinya menurun. Panik melanda, Papa dan Mamaku pun membawanya ke rumah sakit yang berada di dekat rumah, yaitu RS Estomihi yang berada di Jl. Sisingamangaraja XI. Sekali lagi, dokter di rumah sakit itu melakukan kesalahan penanganan. Dia "memaksa" untuk prosedur transfusi darah, langkah yang sangat disesali oleh dr. Gino. Segera setelah itu, Papaku memindahkannya kembali ke RSU Herna.

Bagai teriris sembilu dan disiram cuka, dr. Gino menyatakan bahwa penyakitnya kembali, bahkan lebih ganas karena juga telah menyerang sumsum tulang belakang. Vonis pun dijatuhkan, umur K'Tanti tidak lebih dari 3 bulan. Langkah-langkah yang dilakukan dokter selama ini seperti tidak berguna sama sekali. Sekuat tenaga dikerahkan dokter untuk mengembalikan kondisinya, namun harapan itu sangat kecil.

Sampai di hari ketika dokter mengatakan saatnya berada di dunia kurang dari seminggu lagi, Mama segera memanggil Pdt. T. Siburian untuk melakukan sakramen sebelum dia meninggal. Gaun putih pun dipesan dari penjahit langganan kami. Berita buruk dikabarkan ke seluruh keluarga untuk bersiap-siap menerima kepergian kakakku tercinta.
Malaikat meniupkan suara-suara
Mendampingi jiwa yang akan berlalu
Kematian itu berjalan begitu hening

Hari itu, Sabtu 3 Febuari 2001 pukul 14.00, saat dimana aku tiba di rumah sakit sebagai tempat singgah sebelum berangkat ke tempat bimbingan belajar. Saat itu dia ketakutan ketika melihat beberapa malaikat berpakaian putih di sebuah lukisan, padahal itu hanya lukisan bunga tulip. Pukul 15.30, sengaja aku terlambat pergi ke tempat bimbingan belajar. Di pintu, kumendengar K'Tanti berkata, "Yesus, Yesus, Yesus." Sebuah panggilan yang akhirnya kusadari menjadi kata-kata terakhir dari mulutnya. Nafasnya semakin lambat, suasana hening menjadi haru, kepanikan melanda dokter dan perawat. Pukul 16.15 dia dinyatakan dokter telah kembali ke pangkuan Bapa di Surga.
Dia masih 17 tahun
Ketika jantung berhenti berdetak
Darah pun mulai menggumpal
Dan hembusan nafas tak ada lagi
Dia dingin
Dia kaku
Seakan keabadian telah menjadi bagian dari dirinya
Dibalik wajahnya yang membiru
Ada senyum kekuatan
Tegar

Pukul 16.30 seusai les, aku berjalan pulang bareng Ronald. Sengaja kuputar jalanku melalui belakang rumah sakit, tepatnya melalui ruang jenazah, tapi yang kutemukan hanyalah gerbang yang terkunci. Berjalan lagi ke depan, dari kejauhan kulihat mamaku dan kakekku berjalan setengah berlari. Kusadari bahwa K'Tanti telah tiada, maka kukejar mereka dengan berlari cepat. Air mata jatuh dari mata mereka, perasaan sedih menyelimuti. Tidak lagi berjalan ke ruang perawatan, kami langsung menuju ruang jenazah.

Kulihat wajah yang sangat kukenal terbaring dengan kedua jempol kaki terikat tali berwarna putih. Segera tubuhnya dimasukkan ke ambulans dan aku pun menemaninya selama perjalanan. Iringan tidak banyak, hanya sebuah mobil dan beberapa sepeda motor menemani ke persinggahan terakhirnya, rumah kami. Rumah itu sudah mulai penuh dengan tamu yang melayat dan kesedihan tumpah di setiap pasang mata yang ada di sana.
Sejenak kutertidur
Bayangnya datang temani mimpi
Tersadar kubertanya,
Dimana kakak?
Dia di sana, terbaring kaku

Malam itu aku sangat lelah, kutertidur sejenak sekitar 30 menit. Ketika bangun kuterkejut dan tidak percaya adanya kematian. Setengah sadar atau mengigau, kubertanya, "Dimana kakak?". Aku melangkah ke ruang tamu dan kulihat dia telah terbaring kaku. Dia dikelilingi seluruh keluarga dekat.
Tak ada kehangatan di sana
Hanya tetesan air mata di pipi orang-orang yang dikenal

Sabtu berlalu, Minggu pun menyapa. Kebaktian yang biasanya dilakukan di Gereja, hari itu dipindahkan ke rumah kami. Sekitar 1500 orang keluarga dan relasi silih berganti datang dan mengisi ruang utama rumah. Kata-kata penghiburan mengalir dari banyak orang seakan-akan mereka juga turut merasakan kesedihan yang kami alami. Sampai di saat acara perpisahan terakhir di pekuburan Kristen Gajah Mada II aku belum pernah menangis. Kesedihan itu kupendam dalam hati, sendirian.

Hanya membersihkan pusaranya dan menyiangi rerumputan yang bisa kulakukan sejak itu, terutama ketika aku berada kembali di kota Medan. Namun, kenangan dan kebahagiaan tentang dirinya selalu melekat di dalam benakku. Kekuatannya menjadi salah satu sumber inspirasi bagiku.
Dan ketika dirinya berlalu
Sebagian dari jiwaku pun turut lepas

Terima kasih kuucapkan kepada:
  • Tuhan Yesus Kristus yang memberikan hidup kekal di Surga
  • Dr. Gino Tan, Phd, SpPK
  • Dr. Gerhard Panjaitan, SpBOnk
  • Pdt. T. Siburian STh
  • RSU Herna Medan
  • Para perawat di RSU Herna
  • Dr. Robert Tan
  • Seluruh keluarga
  • Seluruh relasi keluarga

Upon the Stars

17 June 2008

Menjadi seorang astronom bukan impianku.
Menjadi seorang astronot juga bukan impianku.
Tetapi memiliki rumah peristirahatan dan tambang mineral di planet mars adalah impianku yang kelihatan muluk-muluk. Biarin aja, weeeks!

Pernah terpikir olehku, hal-hal apa saja yang merupakan hal romantis yang bisa dilakukan seorang pria kepada gadis pujaannya. Inilah yang terpikir olehku:
  1. Mengajak makan malam di tempat romantis, diiringi alunan musik biola, sambil melihat lampu-lampu kota dari tempat yang tinggi.
  2. Memberikan seikat bunga mawar, di tengah malam ulang tahun sang pujaan hati, dan mengucapkan kata "I Love You"
  3. Bersamanya berlari menjauh dari hujan, sambil menadahkan jaket untuk menghalangi hujan menerpa rambutnya
  4. Atau pergi ke atas bukit, menikmati angin dingin sambil terlentang di atas rerumputan lalu melihat ke langit dengan teropong bintang, dan berusaha menghitung semua bintang yang terlihat di sana, hehehe



Setidaknya bagiku, opsi ke empat cukup mudah dilakukan, karena aku memilikinya. Hmm, tapi.....kenapa belum ada cewe yang melakukannya bersamaku yah?

:))

Kata Pendeta siy, "Jodoh itu di tangan Tuhan", tapi kata si Ronald, "Tapi klo tidak diambil dari tangannya, bisa-bisa tidak berjodoh". Wkwkwk

cerita-cerita cinta

26 March 2008

Pada mulanya, cinta diciptakan untuk Adam dan Hawa
Lalu cinta disebarkan oleh Rama dan Shinta
Tapi, mengapa cinta itu harus ditenggelamkan bersama Titanic oleh Jack dan Rose
Dan dibawa mati oleh Romeo dan Juliet.

Tapi cinta itu sekarang hadir kembali
Dihidupkan lagi oleh cerita cinta antara

diriku

dan

dirimu